Mamuju (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat meningkatkan kapasitas tenaga administrasi tidak tetap (TATT) dan tim reaksi cepat (TRC) sebagai upaya menghadapi berbagai potensi bencana yang terjadi di daerah itu.
"Peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan TATT dan TRC sangat penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Sulbar," kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah, di Mamuju, Kamis.
Oleh karena itu, lanjut Yasir Fattah, evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja, kendala di lapangan serta langkah strategis yang perlu diambil guna memperkuat respon cepat terhadap keadaan darurat.
"Kita harus memastikan bahwa tim memiliki kesiapan yang optimal, baik dari segi sumber daya manusia (SDM) maupun peralatan. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan efektivitas penanganan bencana di Sulbar," katanya.
Evaluasi TATT dan TRC tersebut, katanya, sebagai upaya memastikan setiap anggota tim siap siaga kapan pun dibutuhkan.
"Kehadiran yang tepat waktu dan kesiapan fisik maupun mental adalah kunci dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di wilayah ini," katanya.
Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulbar Arnidah mengatakan rapat evaluasi itu juga membahas kehadiran di kantor bagi TATT dan TRC, agar selalu aktif dan siap menghadapi situasi darurat.
"Setiap anggota tim harus tetap siaga untuk menghadapi berbagai potensi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi," ujar Arnidah.
BPBD Sulbar lanjut Arnidah, tetap menyiapkan Posko Siaga Bencana hingga akhir Maret 2025 dalam menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah.
"Posko Siaga Bencana tetap disiagakan hingga akhir Maret tahun 2025 dalam menghadapi ancaman bencana hidrometorologi basah," kata Arnidah.