
Gubernur ajak ASN di Sulbar melayani masyarakat dengan kesadaran penuh

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengajak aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu agar melayani masyarakat dengan kesadaran penuh.
"Saya mengajak seluruh ASN di Sulbar untuk mengubah cara berpikir dalam melayani dan memberikan hak masyarakat agar pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat," kata Suhardi Duka, pada upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkai peringatan Hari Desa Nasional, di Mamuju, Senin.
Kegiatan yang digelar di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulbar itu dihadiri seluruh ASN lingkup Pemprov Sulbar dan sejumlah kepala desa di Sulbar.
Gubernur mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara kaya, namun masih ada warga yang harus antre untuk kebutuhan dasar.
Ia menyebut kondisi itu sebagai tanda bahwa ada pengelolaan yang tidak berjalan dengan semestinya.
Ketimpangan dan ketidakadilan yang muncul di tengah masyarakat itu menurut Suhardi Duka, adalah cermin tanggung jawab para pelaksana pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga desa.
Ketika pemangku kebijakan di semua level bekerja dengan benar, ketimpangan sosial kata Suhardi Duka tidak akan tumbuh.
"Kalau semuanya kita sadar, semuanya kita memberikan hak yang seharusnya diterima oleh masyarakat kita, saya yakin kita akan tidak terlalu jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa lain," jelasnya.
Ia juga kembali mengingatkan filosofi daerah, "Millete Diatongangan" atau berjalan di atas kebenaran, sebagai kompas moral yang harus dijaga oleh seluruh penyelenggara pemerintahan.
"Mari kita menanamkan slogan di dalam lambang Sulbar itu, berjalan di atas kebenaran, sepanjang kita berada disitu yakin daerah ini akan bisa maju saudara-saudara," katanya.
Suhardi Duka menyatakan, bersama Wakil Gubernur berkomitmen melanjutkan hal-hal yang sudah baik dan memperbaiki yang belum berjalan.
Ia mengajak ASN untuk memiliki cara pandang dan kesadaran yang sama dalam merubah pola kerja agar setiap pekerjaan membawa manfaat nyata.
"Kita harus punya platform yang sama, punya cara pandang yang sama, punya kesadaran yang sama untuk merubah cara-cara kerja masa lalu yang tidak berpikir akan manfaat setiap pekerjaan kita," terang Suhardi Duka.
Kepada para PPPK, khususnya yang paruh waktu, Suhardi Duka memahami bahwa apa yang diterima saat ini, mungkin belum sesuai harapan.
Namun Suhardi Duka berharap rasa syukur membawa manfaat dalam perjalanan mereka, dari PPPK hingga menjadi ASN atau bahkan pejabat.
"Kalau jadi pejabat, kita harus berpegang teguh pada prinsip yang pernah disampaikan Prof Dr Baharuddin Lopa, yakni 'Da Muala Mua Tania Anummu' yang artinya, jangan ambil kalau bukan milikmu, ambil yang hakmu," tegasnya.
Suhardi Duka menegaskan bahwa dirinya tidak akan memimpin daerah ini dengan mengambil hak orang lain.
"Tapi saya berikan hak saudara berdasarkan dengan kerja saudara. Ada yang tidak pernah masuk kerja tetapi dapat TPP penuh, itu tidak benar. Tapi yang rajin dan kinerjanya bagus, kita berikan penuh TPP-nya. Begitu cara kerja kita," kata Suhardi Duka.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
