Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memperkuat sosialisasi penggunaan obat yang rasional, khususnya antibiotik.
Ia menilai, kebiasaan masyarakat yang mudah mengonsumsi obat, termasuk antibiotik, tanpa indikasi medis yang jelas dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang berbahaya.
"Kami berharap BBPOM benar-benar menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan obat di masyarakat melalui edukasi dan pengawasan yang intensif," ujar Munafri melalui keterangannya di Makassar, Jumat.
Sebagai langkah strategis pemerintah dalam mendukung peran BBPOM di Makassar, Wali Kota Makassar juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang rasionalitas penggunaan antibiotik.
Hal ini mendapat apresiasi oleh Kepala BBPOM di Makassar Yosef Dwi Irwan Prakasa yang juga turut menekankan persoalan resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) yang menjadi tantangan global.
Menurut Yosef, penggunaan antibiotik yang tidak tepat, seperti menghentikan konsumsi sebelum dosis habis, dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal.
"Dampaknya sangat berbahaya, mulai dari perawatan yang lebih lama di rumah sakit, peningkatan biaya kesehatan, hingga risiko kematian akibat infeksi berat seperti sepsis yang sudah tidak mempan diobati," urainya.
Selain itu, BBPOM juga mendorong kepatuhan seluruh sarana pelayanan kefarmasian agar tidak menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter.
Yosef menambahkan, penggunaan antibiotik yang berlebihan pada hewan ternak juga perlu diawasi karena residunya dapat berpindah ke manusia melalui konsumsi daging.
Apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Makassar juga disampaikan, yang selama ini menjadi mitra strategis BBPOM dalam berbagai program pengawasan dan edukasi.
Kolaborasi yang terjalin dinilai telah memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap obat dan makanan yang aman.

Wali Kota Makassar minta BBPOM perkuat sosialisasi penggunaan obat antibiotik

Ilustrasi. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada pertemuan dengan pihak BBPOM Makassar di Makassar, Sulsel. ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
