
BBPOM Makassar bersinergi wujudkan pangan aman

Makassar (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menggelar advokasi program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) dengan bersinergi dengan pemerintah daerah di Sulsel.
"Termasuk menguatkan desk evaluasi pembangunan Zona Integritas 2026 secara daring yang diikuti para peserta dari 17 kabupaten/kota di Sulsel," kata
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan di Makassar.
Dia mengatakan, kegiatan yang diikuti 102 peserta itu berada di wilayah kerja BBPOM Makassar dan Loka POM di Kabupaten Bone. Kegiatan tersebut melibatkan lintas sektor mulai dari Dinas Kesehatan hingga pelayanan terpadu satu pintu.
Menurut dia, pangan aman merupakan hak dasar yang dijamin konstitusi dan memiliki peran strategis bagi kesehatan, ekonomi, serta ketahanan nasional.
Karena itu, lanjut dia, penyediaan pangan aman, bermutu, dan bergizi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, karena tidak dapat dilakukan secara parsial.
Ia juga menyoroti pentingnya keamanan pangan dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama penghapusan kelaparan, peningkatan kesehatan, dan konsumsi berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia masih menghadapi tantangan double burden nutrition berupa stunting dan obesitas yang berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Program KKPA yang diinisiasi Badan POM sejak 2021 disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan pangan daerah melalui pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dibekali strategi pengisian tool penilaian mandiri agar data dukung tersusun optimal dan mudah diverifikasi oleh evaluator.
Kepala BBPOM Makassar menegaskan, keamanan pangan adalah investasi jangka panjang yang hanya dapat terwujud melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat demi menciptakan generasi sehat dan berdaya saing.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
