
Peringatan Hardiknas di Makassar berlangsung kondusif

Makassar (ANTARA) - Sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan menggelar aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu, 2 Mei 2026 yang dipusatkan di bawah jembatan layang di Jalan Andi Pengeran Pettarani-Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terpantau kondusif
"Pendidikan saat ini masih jauh dari harapan, komersialisasi pendidikan terus berlangsung, pendidikan mahal, lapangan pekerjaan minim, di sisi lain banyak sarjana dengan pendidikan tinggi menganggur," ujar Kordinator Aksi perwakilan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kepada wartawan di sela aksinya.
Pihaknya juga menyarankan kepada pemerintah agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alokasi anggaran dinilai sangat besar itu, sebaiknya disisihkan sebagian ke program pendidikan gratis, atau pengembangan penelitian, perbaikan kualitas pendidikan maupun bangunan sekolah yang rusak, karena dampak manfaatnya akan jauh lebih baik dirasakan rakyat.
Selain itu, jelas dalam amanat Undang-undang Dasar (UUD) 1945 pasal 31 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan berkualitas, wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Bahkan negara mesti memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN maupun APBD untuk mencerdaskan anak bangsa.
Hal senada disampaikan perwakilan mahasiswa lainnya dari Universitas Wira Bhakti Makassar Novriyaldi. Dalam orasinya, komersialisasi pendidikan sejauh ini masih berlangsung. Mahalnya biaya pendidikan membuat orang tua terpaksa berfikir keras menyekolahkan anak-anak mereka.
"Hak pendidikan yang telah menjadi hak dasar rakyat kini berubah menjadi komersil, diibaratkan barang dagangan. Oleh karena itu, kampus harus didorong menjadi institusi pendidikan membuka ruang kecerdasan, bukan berorientasi pasar," paparnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis. Menghapus praktik-praktik komersialisasi pendidikan, menjamin kebebasan akademik dan ruang kritis bagi mahasiswa serta menerapkan upah layak bagi buruh agar anak-anak mereka mendapatkan hak menempuh pendidikan lebih tinggi.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana disela memantau aksi Hardiknas telah menyampaikan instruksi kepada personel di lapangan agar bekerja profesional menjalankan tugas pengamanan dan paham tindakan apa dilakukan mengamankan aksi.
"Berikan pelayanan yang baik terhadap aksi penyampaian aspirasi masyarakat, dan itu harus dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta pengendalian diri personel," papar Kapolres menekankan.
Arya juga memastikan tidak ada anggota membawa senjata api apalagi peluru tajam termasuk benda yang dianggap membahayakan personel saat menjalankan tugasnya di lapangan. Pendekatan persuasif dan humanis diperlukan menghadapi peserta aksi.
"Kita hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal penyampaian aspirasi masyarakat secara damai. Sejauh ini situasi masih berlangsung aman terkendali dan kondusif," katanya menegaskan disela pengamanan unjukrasa Hardiknas di lokasi setempat.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
