Makassar (ANTARA News) - Sosiolog dari Universitas Hasanuddin, Makassar Dr Muh Darwis mengatakan, media masih minim memberikan ruang tentang isu kesetaraan gender.

"Masih banyak media lokal maupun nasional yang kurang memberikan ruang isu kesetaraan gender, karena dinilai kurang memiliki nilai jual," kata Darwis di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, gender biasanya diidentikkan dengan perempuan, padahal sebenarnya menyangkut pembagan peran dan fungsi baik laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, pemberian ruang untuk mengangkat isu perempuan, lebih banyak diarahkan pada berita tentang yang menyangkut "life style" atau gaya hidup atau tataboga.

Bahkan celakanya, lanjut dia, perempuan kerab hanya dijadikan objek komersil atau hanya diangkat kisahnya, karena terakit dengan kasus pelecehan seksual.

"Hanya sedikit yang mengangkat perempuan dengan segala peran pentingnya, apakah karena berprestasi dan dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat lebih baik," katanya.

Hal senada dikemukakan pemerhati masalah perempuan dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar Salma Ruslan.

Dia mengatakan, media masih cenderung mengangkat isu gender pada saat momen tertentu, misalnya pada peringatan hari Kartini atau pada saat pencalonan legislatif perempuan pada saat Pemilu.(T.S036/M027)