Oepoli, NTT (ANTARA News) - Pemimpin tertinggi umat Katolik se-dunia Paus Benedictus XVI memberi berkat apostolik kepada Gereja Sta Maria Mater Dei Oepoli yang berbatasan langsung dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse.

Penyampaian berkat tersebut oleh Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang ketika memimping langsung peringatan 100 tahun masuknya ajaran (evangelisasi) agama Katolik di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, NTT di Gereja Sta Maria Mater Dei Oepoli, Selasa.

Berkat apostolik dari Sri Paus itu dibawa langsung oleh Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang setelah bertemu dengan Paus Benedictus di Castledongolvo (tempat peristirahatan musim panas Sri Paus) di pinggir Kota Roma.

Uskup Turang mengatakan berkat apostolik dari Sri Paus itu menunjukkan bahwa pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu mengikuti dengan cermat perkembangan gereja-gereja di Indonesia, sekalipun berada di wilayah terpencil.

Oepoli yang terletak di wilayah Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT ini berbatasan langsung dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse.

Untuk mencapai Oepoi, Uskup Agung Kupang harus melewati 188 anak sungai dengan kondisi badan jalan yang sangat buruk, dan harus naik turun gunung melewati jalan-jalan yang terjal untuk bersama umat Katolik di wilayah Paroki Sta Maria Mater Dei Oepoli meyarakan 100 tahun evangelisasi agama Katolik di tapal batas nusantara.

Sementara, Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Kol Inf Edison Napitupulu yang juga hadir pada misa syukur itu, ke Oepoli dengan menggunakan pesawat helikopter sambil memantau situasi keamanan di Pulau Batek dan sekitarnya.

Masuknya ajaran Katolik di wilayah Amfoang dan Oepoli, dibawa oleh penganut agama Katolik dari Oecusse pada 1911 setelah mereka eksodus secara besar-besaran meninggalkan tanah kelahirannya akibat sistem kerja paksa yang diterapkan koloni Portugis atas wilayah jajahannya.

"Karena Belanda dan Portugis sudah membagi wilayah kekuasaan dan jajahannya masing-masing maka wilayah Amfoang dan Naikliu menjadi wilayah penyebaran agama Kristen Protestan karena dikuasi Belanda, sedang Oepoli dan Mamlasi sampai Oecusse menjadi wilayah penyebaran agama Katolik karena dikuasai Portugis," kata Uskup Turang.

Pusat paroki (wilayah pastoran dalam tradisi Gereja Katolik) berada di Naikliu, Kecamatan Amfoang Selatan seiring dengan masuknya evangelisasi agama Katolik yang dbawa dari Oecusse pada saat itu.

Namun, akibat adanya pembagian wilayah kekuasaan tersebut maka Oepoli terus didorong menjadi paroki tersendiri dengan Romo Beatus Ninu Pr sebagai pastor paroki pertama di Paroki Sta Maria Mater Dei Oepoli.

Pasukan penjaga perbatasan RI-Timor Leste dari Yonif 743/PSY miliki Korem 161/Wirasakti Kupang, juga ambil bagian dalam acara keagamaan tersebut sebagai wujud manunggalnya TNI-rakyat. (T.L003/I006)