Mamuju (ANTARA) - Kapolres Majene Ajun Komisaris Besar Polisi Febryanto Siagian menyebut, vaksin COVID19 tidak lagi menjadi momok menakutkan masyarakat di daerah itu, menyusul semakin meningkatnya antusias masyarakat mengikuti vaksinasi.

"Saat ini, vaksinasi COVID-19 tidak lagi menjadi momok yang menakutkan masyarakat setelah Polri dan TNI serta pemerintah setempat terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi COVID-19," kata Febriyanto Siagian, Senin.

Ia mengungkapkan, pada awal munculnya vaksinasi untuk penanganan pandemi COVID-19, nyaris seluruh pihak melakukan penolakan untuk divaksin. 

Penolakan tersebut terjadi menurut Kapolres, karena berbagai sebab, diantaranya terus menyebarnya informasi hoaks atau berita bohong bahwa vaksin berbahaya dan hanya akal-akalan pemerintah agar maraut keuntungan. 

Namun saat ini lanjutnya, keyakinan tersebut terus ditepis setelah seluruh pihak terdepan seperti Dinas Kesehatan, TNI dan Polri, telah lebih awal membuktikan khasiat vaksin yang aman dan halal sebagai tameng diri dari berbagai ancaman COVID-19.

"Artinya, saat ini vaksin mulai diterima di tengah masyarakat dan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan," ujarnya. 

"Hanya saja capaian minimal 70 persen vaksinasi masih terus menjadi target utama untuk membentuk 'herd immunity' atau kekebalan kelompok sebagai syarat bisa diberlakukannya kembali kondisi normal," jelas Febryanto Siagian.

Sehingga Kapolres mengharapkan seluruh pihak terus memberikan kontribusinya mendukung percepatan vaksinasi sebagai penanganan efektif pandemi COVID-19. 

"Jangan bosan saling mengingatkan, mengajak dan meyakinkan kepada sesama khususnya keluarga terdekat agar bersedia divaksin. Bersama kita wujudkan Indonesia yang lebih maju dan sehat," kata Febriyanto Siagian.

Ia juga terus memberikan dukungan dan semangat kepada para petugas yang menjadi garda terdepan dalam mendukung pencapaian vaksinasi yang maksimal. 

"Tetap semangat untuk memberikan yang terbaik," ujar Febryanto Siagian.