Kapolres Majene sebut vaksin tidak menakutkan masyarakat
Senin, 20 Desember 2021 21:15 WIB
Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian saat memantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19. (ANTARA/HO/Humas Polres Majene)
Mamuju (ANTARA) - Kapolres Majene Ajun Komisaris Besar Polisi Febryanto Siagian menyebut, vaksin COVID19 tidak lagi menjadi momok menakutkan masyarakat di daerah itu, menyusul semakin meningkatnya antusias masyarakat mengikuti vaksinasi.
"Saat ini, vaksinasi COVID-19 tidak lagi menjadi momok yang menakutkan masyarakat setelah Polri dan TNI serta pemerintah setempat terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi COVID-19," kata Febriyanto Siagian, Senin.
Ia mengungkapkan, pada awal munculnya vaksinasi untuk penanganan pandemi COVID-19, nyaris seluruh pihak melakukan penolakan untuk divaksin.
Penolakan tersebut terjadi menurut Kapolres, karena berbagai sebab, diantaranya terus menyebarnya informasi hoaks atau berita bohong bahwa vaksin berbahaya dan hanya akal-akalan pemerintah agar maraut keuntungan.
Namun saat ini lanjutnya, keyakinan tersebut terus ditepis setelah seluruh pihak terdepan seperti Dinas Kesehatan, TNI dan Polri, telah lebih awal membuktikan khasiat vaksin yang aman dan halal sebagai tameng diri dari berbagai ancaman COVID-19.
"Artinya, saat ini vaksin mulai diterima di tengah masyarakat dan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan," ujarnya.
"Hanya saja capaian minimal 70 persen vaksinasi masih terus menjadi target utama untuk membentuk 'herd immunity' atau kekebalan kelompok sebagai syarat bisa diberlakukannya kembali kondisi normal," jelas Febryanto Siagian.
Sehingga Kapolres mengharapkan seluruh pihak terus memberikan kontribusinya mendukung percepatan vaksinasi sebagai penanganan efektif pandemi COVID-19.
"Jangan bosan saling mengingatkan, mengajak dan meyakinkan kepada sesama khususnya keluarga terdekat agar bersedia divaksin. Bersama kita wujudkan Indonesia yang lebih maju dan sehat," kata Febriyanto Siagian.
Ia juga terus memberikan dukungan dan semangat kepada para petugas yang menjadi garda terdepan dalam mendukung pencapaian vaksinasi yang maksimal.
"Tetap semangat untuk memberikan yang terbaik," ujar Febryanto Siagian.
"Saat ini, vaksinasi COVID-19 tidak lagi menjadi momok yang menakutkan masyarakat setelah Polri dan TNI serta pemerintah setempat terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi COVID-19," kata Febriyanto Siagian, Senin.
Ia mengungkapkan, pada awal munculnya vaksinasi untuk penanganan pandemi COVID-19, nyaris seluruh pihak melakukan penolakan untuk divaksin.
Penolakan tersebut terjadi menurut Kapolres, karena berbagai sebab, diantaranya terus menyebarnya informasi hoaks atau berita bohong bahwa vaksin berbahaya dan hanya akal-akalan pemerintah agar maraut keuntungan.
Namun saat ini lanjutnya, keyakinan tersebut terus ditepis setelah seluruh pihak terdepan seperti Dinas Kesehatan, TNI dan Polri, telah lebih awal membuktikan khasiat vaksin yang aman dan halal sebagai tameng diri dari berbagai ancaman COVID-19.
"Artinya, saat ini vaksin mulai diterima di tengah masyarakat dan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan," ujarnya.
"Hanya saja capaian minimal 70 persen vaksinasi masih terus menjadi target utama untuk membentuk 'herd immunity' atau kekebalan kelompok sebagai syarat bisa diberlakukannya kembali kondisi normal," jelas Febryanto Siagian.
Sehingga Kapolres mengharapkan seluruh pihak terus memberikan kontribusinya mendukung percepatan vaksinasi sebagai penanganan efektif pandemi COVID-19.
"Jangan bosan saling mengingatkan, mengajak dan meyakinkan kepada sesama khususnya keluarga terdekat agar bersedia divaksin. Bersama kita wujudkan Indonesia yang lebih maju dan sehat," kata Febriyanto Siagian.
Ia juga terus memberikan dukungan dan semangat kepada para petugas yang menjadi garda terdepan dalam mendukung pencapaian vaksinasi yang maksimal.
"Tetap semangat untuk memberikan yang terbaik," ujar Febryanto Siagian.
Pewarta : Amirullah
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
JPU Kejati Sulsel nyatakan pikir-pikir untuk banding vonis Bansos COVID-19
01 October 2025 18:00 WIB
Taksi online minta keputusan gubernur Sulsel soal tarif ASK ditinjau ulang
12 February 2025 20:08 WIB, 2025
Kemenkes akan menyediakan fasilitas rontgen gratis di 514 kabupaten
16 December 2024 21:03 WIB, 2024
KPK panggil pimpinan perusahaan terkait dugaan korupsi bansos presiden
08 October 2024 15:08 WIB, 2024
Raksasa farmasi AstraZeneca tarik peredaran vaksin COVID-19 di seluruh dunia
09 May 2024 6:42 WIB, 2024