Tately Butuh Minyak Sulbar 20 Miliar Barel
Selasa, 22 November 2011 12:13 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Perusahaan Minyak dan Gas Tately NV membutuhkan cadangan minyak di Provinsi Sulawesi Barat, hingga 20 miliar barel.
"Tately NV melakukan pengeboran migas di Sulbar, untuk mencari cadangan minyak hingga mencapai 20 miliar barel, untuk dilakukan eksploitasi "kata General Manager Tately NV, Sean Guest di Mamuju, Selasa.
Tetapi kata dia, setelah melakukan pengeboran di Sulbar sejak tahun 2009 yang lalu, Tately belum menemukan cadangan minyak dengan jumlah yang dibutuhkan tersebut, meski telah melakukan pengeboran di lima sumur migas.
"Tately NV telah melakukan pengeboran migas di lima sumur pada lokasi berbeda yakni di blok Lariang Kabupaten Mamuju Utara sebanyak dua sumur, dan Blok Karama Kabupaten Mamuju sebanyak dua sumur dan di Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju,"katanya.
Namun kata dia, cadangan minyak yang dicari sesuai yang dibutuhkan tidak ditemukan dan Tately hanya menemukan cadangan gas, yang juga belum bisa dikelola karena cadangan gasnya dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan Tately untuk melakukan eksplotasi.
"Meski dengan anggaran yang cukup besar sekitar 31 juta dolar AS melakukan pengeboran tiap satu sumur migas di Sulbar, namun Tately tidak akan berhenti karena diyakini terdapat cadangan migas di Sulbar sesuai yang dibutuhkan,"katanya.
Ia mengatakan, Tately NV akan terus melakukan pengeboran migas di Sulbar hingga cadangan minyak yang dicari dapat ditemukan karena pihak Tately NV Sulbar memiliki potensi cadangan minyak sesuai yang dibutuhkan itu.
Ia berharap dukungan pemerintah dan masyarakat Sulbar, kepada Tately yang terus melakukan pengeboran migas terus dilakukan agar Tately tidak menemui kendala melakukan pengeboran.
Kami berharap pemerintah dan masyarakat terus mendorong kami melakukan pengeboran dan tidak menghalangi, karena kami yakin minyak yang kami cari ada di Sulbar.
"Dukungan itu dibutuhkan karena ketika berhasil ditemukan minyak maka yang akan merasakan dampaknya secara ekonomi adalah pemerintah dan masyarakat Sulbar,"katanya. (T.KR-MFH/B008)
"Tately NV melakukan pengeboran migas di Sulbar, untuk mencari cadangan minyak hingga mencapai 20 miliar barel, untuk dilakukan eksploitasi "kata General Manager Tately NV, Sean Guest di Mamuju, Selasa.
Tetapi kata dia, setelah melakukan pengeboran di Sulbar sejak tahun 2009 yang lalu, Tately belum menemukan cadangan minyak dengan jumlah yang dibutuhkan tersebut, meski telah melakukan pengeboran di lima sumur migas.
"Tately NV telah melakukan pengeboran migas di lima sumur pada lokasi berbeda yakni di blok Lariang Kabupaten Mamuju Utara sebanyak dua sumur, dan Blok Karama Kabupaten Mamuju sebanyak dua sumur dan di Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju,"katanya.
Namun kata dia, cadangan minyak yang dicari sesuai yang dibutuhkan tidak ditemukan dan Tately hanya menemukan cadangan gas, yang juga belum bisa dikelola karena cadangan gasnya dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan Tately untuk melakukan eksplotasi.
"Meski dengan anggaran yang cukup besar sekitar 31 juta dolar AS melakukan pengeboran tiap satu sumur migas di Sulbar, namun Tately tidak akan berhenti karena diyakini terdapat cadangan migas di Sulbar sesuai yang dibutuhkan,"katanya.
Ia mengatakan, Tately NV akan terus melakukan pengeboran migas di Sulbar hingga cadangan minyak yang dicari dapat ditemukan karena pihak Tately NV Sulbar memiliki potensi cadangan minyak sesuai yang dibutuhkan itu.
Ia berharap dukungan pemerintah dan masyarakat Sulbar, kepada Tately yang terus melakukan pengeboran migas terus dilakukan agar Tately tidak menemui kendala melakukan pengeboran.
Kami berharap pemerintah dan masyarakat terus mendorong kami melakukan pengeboran dan tidak menghalangi, karena kami yakin minyak yang kami cari ada di Sulbar.
"Dukungan itu dibutuhkan karena ketika berhasil ditemukan minyak maka yang akan merasakan dampaknya secara ekonomi adalah pemerintah dan masyarakat Sulbar,"katanya. (T.KR-MFH/B008)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB