Dosis penguat AstraZeneca hasilkan antibodi lebih tinggi terhadap Omicron
Kamis, 13 Januari 2022 18:41 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (ANTARA/Reuters/Dado Ruvic/aa.)
Bengaluru (ANTARA) - AstraZeneca menyatakan data awal dari uji coba yang dilakukan pada vaksin COVID-19 buatannya, Vaxzevria, menunjukkan respons antibodi yang lebih tinggi terhadap varian Omicron dan lainnya, termasuk Beta, Delta, Alpha, dan Gamma, ketika diberikan sebagai dosis penguat (booster).
Peningkatan respons terlihat pada orang yang sebelumnya disuntik dengan Vaxzevria atau vaksin lain berbasis mRNA, kata pembuat obat itu pada Kamis.
AstraZeneca menyerahkan data itu ke regulator di seluruh dunia mengingat kebutuhan mendesak akan dosis penguat vaksin.
AstraZeneca telah mengembangkan vaksin dengan para peneliti dari Universitas Oxford, dan penelitian laboratorium bulan lalu menemukan bahwa tiga dosis Vaxzevria efektif melawan varian baru yang menyebar dengan cepat.
Perusahaan itu mengatakan bahwa temuan tersebut semakin menambah bukti yang mendukung dosis ketiga dari vaksinnya, terlepas dari vaksin utama yang digunakan.
"Studi penting ini menunjukkan bahwa dosis ketiga Vaxzevria setelah dua dosis awal dari vaksin yang sama, atau setelah vaksin berbasis mRNA atau berbasis virus yang tidak diaktifkan, sangat meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19," kata kepala Oxford Vaccine Group Andrew Pollard dalam sebuah pernyataan.
Sebuah uji coba besar di Inggris pada Desember lalu menemukan bahwa suntikan AstraZeneca meningkatkan antibodi ketika diberikan sebagai dosis penguat setelah vaksinasi awal dengan AstraZeneca atau Pfizer, yang sama-sama berbasis teknologi mRNA.
Namun, penelitian itu menyimpulkan bahwa vaksin mRNA yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna memberikan dorongan terbesar pada antibodi ketika diberikan sebagai dosis penguat.
Sumber: Reuters
Peningkatan respons terlihat pada orang yang sebelumnya disuntik dengan Vaxzevria atau vaksin lain berbasis mRNA, kata pembuat obat itu pada Kamis.
AstraZeneca menyerahkan data itu ke regulator di seluruh dunia mengingat kebutuhan mendesak akan dosis penguat vaksin.
AstraZeneca telah mengembangkan vaksin dengan para peneliti dari Universitas Oxford, dan penelitian laboratorium bulan lalu menemukan bahwa tiga dosis Vaxzevria efektif melawan varian baru yang menyebar dengan cepat.
Perusahaan itu mengatakan bahwa temuan tersebut semakin menambah bukti yang mendukung dosis ketiga dari vaksinnya, terlepas dari vaksin utama yang digunakan.
"Studi penting ini menunjukkan bahwa dosis ketiga Vaxzevria setelah dua dosis awal dari vaksin yang sama, atau setelah vaksin berbasis mRNA atau berbasis virus yang tidak diaktifkan, sangat meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19," kata kepala Oxford Vaccine Group Andrew Pollard dalam sebuah pernyataan.
Sebuah uji coba besar di Inggris pada Desember lalu menemukan bahwa suntikan AstraZeneca meningkatkan antibodi ketika diberikan sebagai dosis penguat setelah vaksinasi awal dengan AstraZeneca atau Pfizer, yang sama-sama berbasis teknologi mRNA.
Namun, penelitian itu menyimpulkan bahwa vaksin mRNA yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna memberikan dorongan terbesar pada antibodi ketika diberikan sebagai dosis penguat.
Sumber: Reuters
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsat menyiapkan satelit penguat sinyal penangkapan ikan terukur
18 September 2023 17:44 WIB, 2023
Polri kerahkan 10.362 nakes Pusdokkes sebagai vaksinator booster kedua
31 January 2023 12:44 WIB, 2023
Kemenkes siapkan 9,3 juta dosis vaksin COVID-19 untuk booster kedua masyarakat umum
23 January 2023 15:37 WIB, 2023
Kemenkes sebut 66.474.137 penduduk telah mendapatkan vaksinasi penguat
27 November 2022 5:09 WIB, 2022
Penerima vaksinasi COVID-19 dosis penguat di Indonesia capai 63,17 juta orang
25 September 2022 21:50 WIB, 2022
61.135.788 penduduk Indonesia sudah divaksinasi COVID-19 dosis penguat
10 September 2022 21:12 WIB, 2022
Satgas: Penerima vaksin COVID-19 dosis penguat di Indonesia capai 59 juta orang
19 August 2022 17:27 WIB, 2022
58,9 juta warga Indonesia sudah disuntik vaksin COVID-19 dosis penguat
17 August 2022 20:14 WIB, 2022
Penerima vaksin COVID-19 dosis penguat sudah mencakup 58.544.800 orang
14 August 2022 21:24 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
ANTARA gelar pelatihan jurnalistik di Unsoed, Kajur FISIP : Ini kesempatan sangat baik
09 May 2026 19:14 WIB