Juara renang Olimpiade Sun Yang kalah banding atas larangan terkait doping
Sabtu, 5 Maret 2022 7:59 WIB
Fotor arsip yang diambil pada 24 Juli 2019 memperlihatkan perenang China Sun Yang usai final 800m gaya bebas putra dalam Kejuaraan Dunia Renang 2019 di Wangju, Korea Selatan. Sun Yang dilarang sampai Juni 2024 ketika bandingnya ditolak pada 4 Maret 2022. (AFP/OLI SCARFF)
Jakarta (ANTARA) - Juara renang Olimpiade tiga kali asal China, Sun Yang, yang diskors hingga Juni 2024, pada Jumat harus menyaksikan banding terakhirnya terhadap sanksi doping ditolak, umum Pengadilan Federal Swiss seperti dikutip AFP, Sabtu.
Hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) itu "tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar tatanan hukum", dan hak Sun Yang untuk didengar "tidak dilanggar", demikian putusan Pengadilan Swiss.
CAS menghukum Sun pada Juni tahun lalu karena menolak memberikan sampel kepada inspektur doping.
Pada akhir kasus yang berjalan lama dan kontroversial itu, pengadilan yang berbasis di Lausanne mengurangi larangan kepada perenang berusia 30 tahun itu dari aslinya delapan tahun. Sun mengajukan banding ke pengadilan federal Swiss atas tudingan bias.
Kini hukuman dia dikurangi menjadi empat tahun tiga bulan, yang berlaku sejak Februari 2020.
Itu membuat pemegang rekor dunia gaya bebas 1.500m itu tak bisa mengikuti Olimpiade Tokyo dan Asian Games 2022 di kota kelahirannya, Hangzhou.
Sun yang diskors tiga bulan pada 2014 karena pelanggaran doping terpisah, baru boleh masuk kolam renang lagi pada Olimpiade Paris 2024 manakala usianya sudah 32 tahun.
Perenang yang dirundung kontroversi sepanjang karirnya itu selalu mempertahankan ketidakbersalahannya dalam peristiwa suram September 2018 ketika pemeriksa doping mengunjungi rumahnya.
Juara dunia 11 kali itu mengatakan para penguji doping tidak memenuhi syarat atau tidak berwenang.
Hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) itu "tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar tatanan hukum", dan hak Sun Yang untuk didengar "tidak dilanggar", demikian putusan Pengadilan Swiss.
CAS menghukum Sun pada Juni tahun lalu karena menolak memberikan sampel kepada inspektur doping.
Pada akhir kasus yang berjalan lama dan kontroversial itu, pengadilan yang berbasis di Lausanne mengurangi larangan kepada perenang berusia 30 tahun itu dari aslinya delapan tahun. Sun mengajukan banding ke pengadilan federal Swiss atas tudingan bias.
Kini hukuman dia dikurangi menjadi empat tahun tiga bulan, yang berlaku sejak Februari 2020.
Itu membuat pemegang rekor dunia gaya bebas 1.500m itu tak bisa mengikuti Olimpiade Tokyo dan Asian Games 2022 di kota kelahirannya, Hangzhou.
Sun yang diskors tiga bulan pada 2014 karena pelanggaran doping terpisah, baru boleh masuk kolam renang lagi pada Olimpiade Paris 2024 manakala usianya sudah 32 tahun.
Perenang yang dirundung kontroversi sepanjang karirnya itu selalu mempertahankan ketidakbersalahannya dalam peristiwa suram September 2018 ketika pemeriksa doping mengunjungi rumahnya.
Juara dunia 11 kali itu mengatakan para penguji doping tidak memenuhi syarat atau tidak berwenang.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Propam periksa penyidik yang diduga rekayasa BAP penganiayaan jadi kasus narkoba
02 February 2026 18:34 WIB
Salim S Mengga, mantan Pangdam Pattimura dikenal sebagai figur yang menyejukkan
31 January 2026 14:27 WIB
Terpopuler - Cabang Olahraga
Lihat Juga
Libas Sociedad 4-1, Real Madrid gusur Barca dari puncak klasemen Liga Spanyol
15 February 2026 6:31 WIB
Inter Milan kokoh di puncak klasemen usai menang dramatis 3-2 kontra Juventus
15 February 2026 6:12 WIB