Makassar, 12/11 (ANTARA) - Sulawesi Selatan kembali dilirik oleh negara luar sebagai tujuan investasi, kali ini sebuah perusahaan asal Korea Selatan berencana membangun tiga industri besar di Kabupaten Gowa.
Ketiga industri tersebut masing - masing pabrik pengelolaan jagung, pabrik kertas dari bahan dasar jagung serta pabrik kompos dan biogas.
Kepastian rencana pembangunan ketiga pabrik tersebut disampaikan langsung Rim Sang Soo, Presiden Internasional Resource dan Energy Development di Makassar, Rabu, usai melakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Gowa bersama perusahaan Korea Selatan, di ruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulsel.
Menurut Rim Sang Soo, pabrik jagung yang terintegrasi akan dibangun di kawasan industri Kabupaten Gowa, merupakan proyek kerjasama antara Pemkab Gowa dengan KBEC Korea Selatan serta investor dari negara itu.
Ia mengatakan, kehadiran pabrik pengelolaan jagung di Kabupaten Gowa tersebut akan melakukan semua proses, mulai dari pergudangan dan pengeringan hasil panen jagung dan tongkol, proses pemipilan, proses pengarungan serta gudang siap ekspor.
Sedangkan pabrik kertas jagung akan dilengkapi area penampungan batang dan tangkai jagung, melakukan proses menjadi pulp, area proses kertas serta gudang packing pulp dan kertas siap delivery lokal dan ekspor.
Sementara pabrik kompos dan biogas diperuntukkan khusus memproses sisa dari tanaman jagung, baik akar, daun, klobot menjadi biogas dan pupuk kompos. Setelah menjadi biogas dapat diproses lagi menjadi bahan energi untuk listrik, sedangkan kompos akan dikelola menjadi bahan pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman jagung dan tanaman lainnya.
Selanjutnya, kata Rim Sang Soo, untuk investasi pembangunan ketiga pabrik tersebut di Kabupaten Gowa sebesar 279 juta dolar AS dengan luas area 15 ribu hektare.
"Pemkab Gowa telah menyiapkan lahan untuk kawasan pembangunan tiga pabrik tersebut seluas 250 hektare, dengan kerjasama 25 sampai 30 tahun. Inipun masih dibicarakan lagi, termasuk kapan akan bisa dimulai pembangunannya," ujarnya.
Kehadiran industri besar ini di Kabupaten Gowa, diperkirakan akan menyerap hingga 90 persen tenaga kerja lokal.
"Kita akan menyerap tenaga kerja untuk petani dan buruh tani, tenaga kerja pabrik 90 persen lokal dan 10 persen dari Korea. Apalagi peningkatan pendapatan petani jagung dengan harga mengacu pada harga pasar dunia serta kepastian pasar untuk hasil jagung pasti dibeli untuk diekspor, begitupun dengan batang dan tangkai jagung tidak lagi dibakar, tetapi menjadi bahan kertas dan bubur kertas," jelasnya.
Bupati Kabupaten Gowa, Sulsel, Ikhsan Yasin Limpo menyambut baik minat investor yang akan menanamkan modalnya di kabupaten Gowa. ***2***
(T.PK-HK/B/F003/F003) 12-11-2008 21:26:27
KORSEL BANGUN PABRIK JAGUNG DI GOWA
Rabu, 12 November 2008 14:36 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026