Unhas sosialisasikan dana penelitian internasional RISPRO-UKICIS
Selasa, 12 April 2022 18:51 WIB
Tangkapan layar sosialisasi dana penelitian internasional RISPRO yang digelar Unhas secara virtual, Selasa,(12/4/2022).ANTARA/HO
Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin melalui Direktorat Riset, Inovasi dan Kemitraan menyelenggarakan sosialisasi dana penelitian kolaborasi internasional melalui Program Riset Inovatif Produktif (RISPRO) UKICIS secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Selasa.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Unhas, Prof dr Muh Nasrum Massi PhD, SpMK, berharap para peneliti Unhas bisa lebih aktif membangun kolaborasi dan publikasi dengan memanfaatkan dana riset ini.
Apalagi tahun ini target artikel kurang lebih 2.500 yang harus disubmit pada jurnal bereputasi.
"Sementara itu, pendanaan internal Unhas terbatas. Dengan sosialisasi ini kita harapkan banyak peneliti Unhas bisa mendapatkan bantuan dan membina kolaborasi untuk menghasilkan proposal riset berkualitas yang berdampak pada reputasi akademik," jelasnya.
Ketua Panel Ahli dan Tim Teknis RISPRO-UKICIS, Dr Berry Juliandi, menjelaskan RISPRO-UKICIS merupakan skema pendanaan bagi peneliti Indonesia yang ingin melakukan kerja sama riset dengan perguruan tinggi terbaik di United Kingdom.
Para peneliti memperoleh pendanaan sebesar Rp44 miliar (3 juta dolar AS) yang digunakan untuk menguatkan riset nasional pada lima bidang yakni Green Economy, Blue Economy, Digital Technology, Health, dan Tourism selama empat tahun.
RISPRO UKICIS dapat diakses oleh perguruan tinggi di Indonesia, baik yang berafiliasi dengan UKICIS maupun tidak.
"Skema pendanaan ini diharapkan dapat menghasilkan artikel ilmiah bereputasi internasional terindeks scopus dengan schimago journal rank Q1. Juga ada produk relevan yang sesuai penelitian. Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dapat mendukung intensifikasi kerja sama riset," jelas Dr Berry.
Sementara Dekan Sekolah Pasca Sarjana Unhas Prof Jamaluddin Jompa menjelaskan penelitian kolaborasi yang dilakukan dan RISPRO UKICIS menjadi jalan untuk membangun kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Unhas, Prof dr Muh Nasrum Massi PhD, SpMK, berharap para peneliti Unhas bisa lebih aktif membangun kolaborasi dan publikasi dengan memanfaatkan dana riset ini.
Apalagi tahun ini target artikel kurang lebih 2.500 yang harus disubmit pada jurnal bereputasi.
"Sementara itu, pendanaan internal Unhas terbatas. Dengan sosialisasi ini kita harapkan banyak peneliti Unhas bisa mendapatkan bantuan dan membina kolaborasi untuk menghasilkan proposal riset berkualitas yang berdampak pada reputasi akademik," jelasnya.
Ketua Panel Ahli dan Tim Teknis RISPRO-UKICIS, Dr Berry Juliandi, menjelaskan RISPRO-UKICIS merupakan skema pendanaan bagi peneliti Indonesia yang ingin melakukan kerja sama riset dengan perguruan tinggi terbaik di United Kingdom.
Para peneliti memperoleh pendanaan sebesar Rp44 miliar (3 juta dolar AS) yang digunakan untuk menguatkan riset nasional pada lima bidang yakni Green Economy, Blue Economy, Digital Technology, Health, dan Tourism selama empat tahun.
RISPRO UKICIS dapat diakses oleh perguruan tinggi di Indonesia, baik yang berafiliasi dengan UKICIS maupun tidak.
"Skema pendanaan ini diharapkan dapat menghasilkan artikel ilmiah bereputasi internasional terindeks scopus dengan schimago journal rank Q1. Juga ada produk relevan yang sesuai penelitian. Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dapat mendukung intensifikasi kerja sama riset," jelas Dr Berry.
Sementara Dekan Sekolah Pasca Sarjana Unhas Prof Jamaluddin Jompa menjelaskan penelitian kolaborasi yang dilakukan dan RISPRO UKICIS menjadi jalan untuk membangun kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KTT COP30: Indonesia harus lakukan perubahan fundamental untuk merasakan manfaat pendanaan iklim
09 November 2025 0:07 WIB
Kepala BKN apresiasi pendanaan HUT Makassar, Inovasi ini harus jadi contoh nasional
08 November 2025 13:36 WIB
Pakar: Dana bagi hasil cukai MBDK jadi potensi pendanaan DAK di daerah
26 January 2025 9:22 WIB, 2025
Menkes: Keluarnya AS dari WHO tidak banyak dampak ke pendanaan Indonesia
22 January 2025 12:11 WIB, 2025
Kemenhub siapkan pendanaan alternatif untuk meremajakan dan tambah kapal laut
30 December 2024 9:06 WIB, 2024
RI mengantongi pendanaan hijau Rp20,15 triliun dari KfW Jerman untuk sektor kelistrikan
15 November 2024 9:56 WIB, 2024
PSSI sinkronisasi regulasi agar pemda mendanai kompetisi sepak bola sekolah dan amatir
11 June 2024 12:04 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Optimalkan kualitas layanan, Kemenkum Sulbar siap implementasikan Aplikasi SKM
04 February 2026 17:12 WIB
Diskominfo Makassar bahas penguatan digitalisasi layanan publik lewat FPD
04 February 2026 10:17 WIB