Mamuju, (ANTARA News) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat mengakui, keberadaan Badan Amal Zakat belum memberikan kontribusi positif dalam upaya memberdayakan ummat sehingga perlu pembenahan menyeluruh.

"Kami akui, sistem manajemen BAZ Provinsi masih banyak kelemahan khususnya manajemen pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah," kata Kepala Seksi Pengembangan Keluarga Sakinah dan Produk Halal Kementerian Agama Sulbar, Drs.H.Muh.Sukri Mondang di Mamuju, Kamis.

Karena itu kata dia, BAZ provinsi sebagai wadah pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah akan berbenah diri dengan cara melakukan evaluasi atas kekurangan selama ini.

"Sejumlah kelemahan yang kami temukan selama ini adalah kurangnya koordinasi BAZ provinsi dan kabupaten. Selain itu, minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) serta kurangnya sosialisasi sehingga masyarakat belum sadar untuk membayar zakat di BAZ," katanya.

Ia mengatakan, pembayaran zakat merupakan rangkaian rukun Islam ketiga yang wajib dilaksanakan sebagai ummat muslim.

Anehnya, katanya lagi, kebanyakan masyarakat masih enggan untuk membayar zakat walaupun itu menjadi salah satu rangkaian rukun Iskam yang wajib dijalani sebagai ummat muslim.

"Pembayaran zakat memang manfaatnya tidak dirasakan secara langsung sehingga jarang terjadi ada daftar tunggu pembayaran zakat tidak seperti calon haji yang memiliki daftar tunggu hingga 10 tahun kedepan," ujar Sukri Mondang.

Karena itu, kata dia, pengelola BAZ diharapkan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat bersedekah sehingga ummat muslim semakin menyadari betapa pentingnya untuk membayar zakat.

Selain itu kata dia, kelemahan yang ada selama ini pengelolaan keuangan oleh BAZ provinsi yang tidak transparan.
Ia mengatakan, keberadaan BAZ secara nasional sesungguhnya telah memberikan kontribusi positif dalam rangka pemberdayaan ummat.

"Saat ini jumlah azet BAZ nasional telah mencapai Rp217 triliun. Dana ini cukup besar untuk membantu saudara-saudara kita sesama muslim untuk meringankan beban ekonomi mereka," ungkap Sukri.

Ia menambahkan, provinsi Sulbar memiliki potensi besar untuk mendapatkan dana zakat, infaq dan shadaqah, sehingga kelemahan yang terjadi selama ini harus dibenahi lagi. (KR-ACO/N001)