YLKI Sulsel minta Dinkes dan BBPOM rutin sidak pengusaha parsel
Selasa, 26 April 2022 18:01 WIB
Ilustrasi - Pedagang menata hiasan pada parsel (bingkisan) Lebaran yang dijual di salah satu kios di sentra penjualan parsel Cikini, Jakarta, Senin (25/4/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Makassar (ANTARA) - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulsel meminta Dinas Kesehatan dan BBPOM untuk rutin melakukan 'tidak' kepada pengusaha parsel untuk menghindari produk yang tidak memenuhi persyaratan (TMK).
Plt. Ketua YLKI Sulsel Ambo Masse Makassar, Selasa, mengatakan bisnis parsel tahun ini berpotensi meningkat pasca COVID-19, sehingga perlu pengawasan lebih dari pihak terkait agar produk dalam parsel tidak kadaluarsa atau tidak layak konsumsi. .
“Harus lebih rutin (Dinkes/Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengunjungi lokasi pembuatan parsel agar tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Selain kunjungan rutin dari pihak terkait, ia juga mengingatkan masyarakat sebagai konsumen untuk lebih berhati-hati dan kritis saat ingin membeli parsel atau produk pangan lainnya.
Konsumen harus berani menanyakan langsung kepada penjual dan jaminan dengan produk. Termasuk melaporkan jika ada bahan makanan yang sudah TMK.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk lebih kritis dalam membeli. Untuk saat ini kami belum menerima keluhan apapun, terutama parsel,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini pula, ia menyarankan agar masyarakat bisa membeli parsel yang isinya bukan makanan, agar lebih aman dan tidak merugikan masyarakat.
“Paket parsel hari ini tidak hanya terfokus pada bahan makanan saja, tetapi sudah berkembang seperti peralatan dapur rumah tangga. Intinya kami terus mengingatkan konsumen untuk kritis sebelum membeli,” ujarnya.*
Plt. Ketua YLKI Sulsel Ambo Masse Makassar, Selasa, mengatakan bisnis parsel tahun ini berpotensi meningkat pasca COVID-19, sehingga perlu pengawasan lebih dari pihak terkait agar produk dalam parsel tidak kadaluarsa atau tidak layak konsumsi. .
“Harus lebih rutin (Dinkes/Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengunjungi lokasi pembuatan parsel agar tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Selain kunjungan rutin dari pihak terkait, ia juga mengingatkan masyarakat sebagai konsumen untuk lebih berhati-hati dan kritis saat ingin membeli parsel atau produk pangan lainnya.
Konsumen harus berani menanyakan langsung kepada penjual dan jaminan dengan produk. Termasuk melaporkan jika ada bahan makanan yang sudah TMK.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk lebih kritis dalam membeli. Untuk saat ini kami belum menerima keluhan apapun, terutama parsel,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini pula, ia menyarankan agar masyarakat bisa membeli parsel yang isinya bukan makanan, agar lebih aman dan tidak merugikan masyarakat.
“Paket parsel hari ini tidak hanya terfokus pada bahan makanan saja, tetapi sudah berkembang seperti peralatan dapur rumah tangga. Intinya kami terus mengingatkan konsumen untuk kritis sebelum membeli,” ujarnya.*
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang
13 February 2026 9:50 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB