Antrean Kendaraan di Trans Sulawesi
Senin, 9 Juli 2012 11:53 WIB
Pinrang, Sulsel (ANTARA News) - Antrean panjang hingga mencapai lima kilometer terjadi di trans Sulawesi bagian barat, pasca ambruknya jembatan darurat di Desa Bamba Kecamatan Batu Lappa, Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pemantauan di Pinrang, Senin. ratusan kendaraan roda empat dari dua arah berlawanan menumpuk setelah terjebak musibah ambruknya jembatan yang terjadi pada, Kamis (7/7).
Ratusan kendaraan truk maupun Bis Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKAP) dari arah Utara menuju ke Makassar menumpuk hingga mencapai lima kilometer.
Begitu pun dari arah Selatan menuju Polman, Sulawesi Barat, juga terlihat puluhan truk angkutan barang dan sebagian bis AKAP juga ikut terjebak dalam musibah ambruknya jembatan penghubung antara dua provinsi ini.
"Sudah empat hari kami tak bisa berbuat banyak setelah terjebak ambruknya jembatan. Kita harap, pihak kontraktor segera mengatasi ambruknya jembatan itu,"kata Sudirman, salah seorang sopir truk pengangkut sayur.
Ia mengatakan, jika jembatan ini belum rampung hingga dua hari kedepan maka barang berupa sayur-sayuran yang ia angkut akan membusuk.
"Kami hanya bisa pasrah menanggung kerugian. Karena tak ada lagi akses jalan yang dapat dilalui selain jembatan itu. Memang ada jalan alternatif lain, tetapi hanya untuk kendaraan roda empat saja,"ujarnya.
Sedangkan bagi penumpang angkutan Bus AKAP, maka mereka harus rela berjalan kaki sepanjang lima kilometer untuk mencari bis yang sama untuk melanjutkan perjalanan ke kota tujuan baik ke Makassar maupun ke Mamuju.
"Untungnya bis yang kami tumpangi dari Mamuju telah disiapkan bis yang sama untuk kembali kami gunakan menuju perjalanan ke kota Makassar. Jika tidak, maka kami harus kembali ke Mamuju karena jembatan itu belum tentu rampung hingga tiga hari kedepan,"ucap, Andy, salah seorang penumpang asal Mamuju.
Ia berharap pemerintah secepatnya memperbaiki jembatan di Kabupaten Pinrang agar dapat dilalui masyarakat karena jika tidak masyarakat di Sulbar akan kesulitan kebutuhan pokok karena tidak mampu didistribusi dari Makassar menuju Sulbar.
"Jembatan Pinrang harus segera diperbaiki, karena bukan hanya masyarakat yang tidak bisa melintas tetapi juga akan berpengaruh terhadap distribusi sembako ke Sulbar yang dapat mengakibatkan masyarakat Sulbar kesulitan sembako," katanya. (T.KR-ACO/S016)
Pemantauan di Pinrang, Senin. ratusan kendaraan roda empat dari dua arah berlawanan menumpuk setelah terjebak musibah ambruknya jembatan yang terjadi pada, Kamis (7/7).
Ratusan kendaraan truk maupun Bis Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKAP) dari arah Utara menuju ke Makassar menumpuk hingga mencapai lima kilometer.
Begitu pun dari arah Selatan menuju Polman, Sulawesi Barat, juga terlihat puluhan truk angkutan barang dan sebagian bis AKAP juga ikut terjebak dalam musibah ambruknya jembatan penghubung antara dua provinsi ini.
"Sudah empat hari kami tak bisa berbuat banyak setelah terjebak ambruknya jembatan. Kita harap, pihak kontraktor segera mengatasi ambruknya jembatan itu,"kata Sudirman, salah seorang sopir truk pengangkut sayur.
Ia mengatakan, jika jembatan ini belum rampung hingga dua hari kedepan maka barang berupa sayur-sayuran yang ia angkut akan membusuk.
"Kami hanya bisa pasrah menanggung kerugian. Karena tak ada lagi akses jalan yang dapat dilalui selain jembatan itu. Memang ada jalan alternatif lain, tetapi hanya untuk kendaraan roda empat saja,"ujarnya.
Sedangkan bagi penumpang angkutan Bus AKAP, maka mereka harus rela berjalan kaki sepanjang lima kilometer untuk mencari bis yang sama untuk melanjutkan perjalanan ke kota tujuan baik ke Makassar maupun ke Mamuju.
"Untungnya bis yang kami tumpangi dari Mamuju telah disiapkan bis yang sama untuk kembali kami gunakan menuju perjalanan ke kota Makassar. Jika tidak, maka kami harus kembali ke Mamuju karena jembatan itu belum tentu rampung hingga tiga hari kedepan,"ucap, Andy, salah seorang penumpang asal Mamuju.
Ia berharap pemerintah secepatnya memperbaiki jembatan di Kabupaten Pinrang agar dapat dilalui masyarakat karena jika tidak masyarakat di Sulbar akan kesulitan kebutuhan pokok karena tidak mampu didistribusi dari Makassar menuju Sulbar.
"Jembatan Pinrang harus segera diperbaiki, karena bukan hanya masyarakat yang tidak bisa melintas tetapi juga akan berpengaruh terhadap distribusi sembako ke Sulbar yang dapat mengakibatkan masyarakat Sulbar kesulitan sembako," katanya. (T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dishub Sulbar pastikan kelaikan angkutan umum menjelang Natal dan Tahun Baru
22 November 2025 16:45 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB