Perkimtan: BPKA sudah melakukan studi analisi rel KA di atas tanah
Senin, 8 Agustus 2022 8:28 WIB
Pekerja terus merampungkan pembangunan rel kereta api Parepare Makassar.ANTARA/HO
Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Selatan Dr Iqbal Suhaeb mengatakan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) sudah melakukan studi analisis (visibility study) tentang rel kereta api (KA) secara at grade (di atas tanah) di wilayah Makassar dan dinyatakan aman dari potensi banjir hingga 50 tahun ke depan.
“Hasilnya Q.50 tahun, itu tidak akan banjir. Itu sudah dianalisis dengan konsep debet hujan yang paling tinggi yang pernah ada di Makassar,” ujar Iqbal dalam keterangannya di Makassar, Senin.
Ia mengatakan sejak awal Pemprov Sulsel sudah menyurati Kementerian Perhubungan RI, melalui Balai Pengelola Kereta Api Sulsel. Intinya meminta kepada pusat untuk melihat dan menganalisis dampak banjirnya.
Kekhawatiran Pemkot Makassar, lanjut Iqbal, sama seperti yang dialami Pemprov Sulsel sebelumnya. Tapi setelah mendapatkan hasil kajian dari BPKA, bahwa di lokasi yang akan dibangun rel secara at grade bebas banjir hingga 50 tahun ke depan, maka Pemprov Sulsel yakin dan mendukung penuh proyek strategis nasional (PSN) Presiden Jokowi tersebut.
Iqbal juga memperlihatkan surat berupa penjelasan teknis debit air dan lain sebagainya di lokasi pembangunan rel at grade di Makassar.
Dalam surat tersebut dengan nomor KA.604/4/8/BPKA-SS/2022 ditandatangani oleh Ir Ammana Gappa sebagai Kepala BPKA Sulsel secara kesimpulan, BPKA menyebutkan, berdasarkan hasil survei dan analisis data hidrologi dan hidrolika tersebut, maka desain pembangunan jalur kereta api dari Mandai sampai dengan Parangloe.
Dan perencanaan saluran melintang berupa box culvert untuk melimpahkan debit air telah memperhitungkan tinggi muka air banjir maksimum dan aman terhadap banjir dengan periode Q.50 tahun.
“Terlampir data dukung berupa Laporan Survey Hidrologi dan Hidrolika serta Executive Summary DED Intermoda KA ke Pelabuhan Garongkong dan Makassar New Port,” ujar Iqbal saat membacakan surat “jaminan bebas banjir” tersebut.
Sebelumnya, ada kekhawatiran Walikota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto bahwa dengan meneruskan konsep perencanaan rel kereta api (KA) secara at grade (di atas tanah) dan bukan melayang (elevated), akan berdampak bencana banjir di wilayah Makassar.
“Hasilnya Q.50 tahun, itu tidak akan banjir. Itu sudah dianalisis dengan konsep debet hujan yang paling tinggi yang pernah ada di Makassar,” ujar Iqbal dalam keterangannya di Makassar, Senin.
Ia mengatakan sejak awal Pemprov Sulsel sudah menyurati Kementerian Perhubungan RI, melalui Balai Pengelola Kereta Api Sulsel. Intinya meminta kepada pusat untuk melihat dan menganalisis dampak banjirnya.
Kekhawatiran Pemkot Makassar, lanjut Iqbal, sama seperti yang dialami Pemprov Sulsel sebelumnya. Tapi setelah mendapatkan hasil kajian dari BPKA, bahwa di lokasi yang akan dibangun rel secara at grade bebas banjir hingga 50 tahun ke depan, maka Pemprov Sulsel yakin dan mendukung penuh proyek strategis nasional (PSN) Presiden Jokowi tersebut.
Iqbal juga memperlihatkan surat berupa penjelasan teknis debit air dan lain sebagainya di lokasi pembangunan rel at grade di Makassar.
Dalam surat tersebut dengan nomor KA.604/4/8/BPKA-SS/2022 ditandatangani oleh Ir Ammana Gappa sebagai Kepala BPKA Sulsel secara kesimpulan, BPKA menyebutkan, berdasarkan hasil survei dan analisis data hidrologi dan hidrolika tersebut, maka desain pembangunan jalur kereta api dari Mandai sampai dengan Parangloe.
Dan perencanaan saluran melintang berupa box culvert untuk melimpahkan debit air telah memperhitungkan tinggi muka air banjir maksimum dan aman terhadap banjir dengan periode Q.50 tahun.
“Terlampir data dukung berupa Laporan Survey Hidrologi dan Hidrolika serta Executive Summary DED Intermoda KA ke Pelabuhan Garongkong dan Makassar New Port,” ujar Iqbal saat membacakan surat “jaminan bebas banjir” tersebut.
Sebelumnya, ada kekhawatiran Walikota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto bahwa dengan meneruskan konsep perencanaan rel kereta api (KA) secara at grade (di atas tanah) dan bukan melayang (elevated), akan berdampak bencana banjir di wilayah Makassar.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keluar rel akibatkan kereta cepat kecelakaan di Spanyol, 21 orang tewas dan ratusan terluka
19 January 2026 9:37 WIB
Menhub: Uji coba kereta otonom tanpa rel di IKN dilaksanakan pada Agustus 2024
16 June 2024 16:20 WIB, 2024
Menhub: Uji coba kereta otonom tanpa rel di IKN dilakukan pada Agustus 2024
29 May 2024 1:08 WIB, 2024
KPK : Korupsi pembangunan rel kereta pada DJKA bahayakan keselamatan masyarakat
13 April 2023 13:12 WIB, 2023
Upaya menggaungkan Sumpah Pemuda sebagai rel penyemangat antargenerasi
28 October 2022 15:13 WIB, 2022
Komisi V DPR berharap Menhub tengahi polemik kereta api Makassar-Parepare
19 July 2022 19:01 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemendiktisaintek tetapkan UMI Makassar jadi pengelola KNB Scholarship 2026
29 January 2026 4:24 WIB
Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati dan kerajaan kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung
28 January 2026 19:50 WIB