Makassar (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel mencatat sebanyak 3.935 kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) masih aktif pada hewan di Sulawesi Selatan hingga 16 Oktober 2022.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel drh Nurlina Saking di Makassar, Selasa mengatakan masih ada sekitar 45 persen kasus aktif yang harus segera diselesaikan.

"Sebagaimana catatan terakhir bahwa jumlah kasus di Sulawesi Selatan per 16 Oktober adalah 3.935 kasus yang masih aktif, dengan total kasus awal kejadian adalah 9.148," ungkapnya.

Dengan demikian, kata Nurlina, jumlah ini akan terus bertambah jika tidak dilakukan upaya pengendalian, yang salah satunya adalah peningkatan cakupan vaksinasi pada ternak-ternak yang sehat.

Kementerian Pertanian menyiapkan dosis vaksin sebanyak 500.000 untuk mencegah PMK pada hewan ternak di Sulawesi Selatan. Terkait hal ini, Kementan telah melakukan Bimbingan Teknis Vaksinator dan Data Encoder Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Melalui kegiatan pelatihan ini dan dengan keterlibatan sejumlah unsur petugas vaksinator dan petugas pencatatan data encoder, Nurlina berharap target Zero Case untuk kasus PMK di Sulsel bisa tercapai hingga Desember nanti.

Sebelumnya, Sekretaris provinsi Sulsel Abdul Hayat menyebut pendekatan kultural di setiap daerah menjadi sangat penting dalam melakukan vaksinasi 500 ribu dosis.

"Tentu kita ingin ini sukses dan melaporkan ke pimpinan kita masing-masing," katanya.

Ketua Satgas Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel ini mengungkapkan Sulsel memiliki potensi melalui populasi hewan ternak terbanyak ketiga secara nasional, yakni sebanyak 1.144.400 lebih. Sehingga, pelaksanaan vaksinasi ini sangat penting dalam menjaga kualitas dan kondisi kesehatan hewan ternak di Sulsel.