Timika (ANTARA News) - Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro mendatangkan 300 sapi dari Makassar, Sulawesi Selatan, untuk didistribusikan kepada para petani peternak di Distrik Agimuga.

Sekretaris Eksekutif LPMAK Emanuel Kemong di Timika, Kamis, mengatakan LPMAK bersama masyarakat tiga kampung di Distrik Agimuga telah berkomitmen untuk mengembangkan peternakan sapi dalam skala besar di Agimuga.

Pada Desember 2012, LPMAK bersama para petani peternak di Agimuga telah menyelesaikan pembuatan kandang ternak. Sedianya pengangkutan ternak sapi ke Agimuga dilakukan bulan Desember, namun terlambat karena terkendala penyelesaian kandang ternak.

Emanuel mengatakan bahan untuk pembuatan kandang sebagian disiapkan oleh masyarakat seperti batu dan mengumpulkan kayu dari hutan. LPMAK hanya menyiapkan seng, semen, paku dan lainnya.

Pengerjaan kandang ternak dilakukan oleh masyarakat sendiri sehingga mereka ikut berpartisipasi dalam program pembudidayaan ternak sapi.

"Program peternakan sapi merupakan usulan dari warga Agimuga sendiri. Karena itu mereka harus ikut aktif terlibat alam kegiatan ini dari awal karena hasilnya nanti untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri," kata Emanuel.

Menurut Emanuel, ternak sapi yang didatangkan dari Makassar tersebut didominasi sapi betina.

Melalui pengembangan ternak sapi dalam skala besar di Agimuga tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan daging sapi di Timika yang selama ini didatangkan dari luar seperti dari Merauke dan dari Jawa.

Harga daging sapi di Timika bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram terutama pada hari-rari raya seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Natal.

Dalam program peternakan sapi di Agimuga itu, LPMAK menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Papua (Unipa) Manokwari dan Dinas Peternakan, Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Mimika. 
(T.E015/N002)