Makassar (Antara News) - Sekitar 50 orang mantan karyawan kontrak PT Pegadaian (Persero) Wilayah VI Kota Makassar gagal menemui Meneg BUMN Dahlan Iskan karena tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi.

Sekretaris SPSI Sulsel Abd Muis di Makassar, Rabu, mengatakan  puluhan mantan karyawan itu berharap Meneg BUMN membantu menjembatani permasalahan yang terjadi di lingkup PT Pegadaian Makassar.

Aksi unjuk rasa yang digelar pada saat Dahlan Iskan melakukan senam sehat di pelataran Graha Pena, Makassar itu, dilakukan karena aksi serupa tidak mendapat tanggapan dari pihak perusahaan.

Bahkan beberapa hari sebelumnya, mereka sempat menduduki Kanwil PT Pegadaian untuk meminta kejelasan statusnya.

Menurut Muis, karyawan yang didampinginya itu telah mengabdi selama 15 tahun sebagai tenaga kontrak, kemudian pada 2005 mereka dialihtugaskan ke PT Era Permata Sejahtera.

Berkaitan dengan hal tersebut, mereka menuntut agar 33 orang dari 89 orang pegawai eks PT Pegadaian yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun itu dan dipekerjakan di PT EPS Makassar bisa diangkat menjadi pegawai tetap.

Namun harapan menyampaikan aspirasi itu pupus karena ketatnya penjagaan aparat kepolisian di gerbang Graha Pena.

Pada saat Meneg BUMN melewati gerbang seusai senam, pengunjuk rasa dihalau pihak keamanan untuk memberi jalan kepada iring-iringan kendaraan Dahlan yang meninggalkan kawasan Graha Pena Makassar.

Editor : Rolex Malaha