Qatar tertarik potensi kopi asal Sulsel
Selasa, 21 Februari 2023 17:51 WIB
BBKP Makassar melepas ekspor rempah-rempah ke Qatar dan Libya di Makassar, beberapa waktu lalu.ANTARA/HO
Makassar (ANTARA) - Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar Lutfie Natsir, mengatakan Qatar tertarik dengan potensi kopi asal Sulawesi Selatan yang memiliki cita rasa enak serta keunggulan lainnya.
Dalam keterangannya di Makassar Selasa Lutfie mengatakan negara timur tengah itu bahkan siap melakukan pendampingan kepada para petani kopi Sulsel agar kualitas kopinya semakin tinggi dan layak diekspor ke negara tersebut ke depan.
"Kami sempat bincang-bincang dengan importir (waktu ekspor cengkih), sementara lagi merintis dan rencana mengundang para investor mereka ke Sulsel untuk melakukan pendampingan dan penelitian budidaya kopi yang baik," ujarnya.
Mengenai daerah mana yang akan fokus pengembangan budidaya kopi, Ia mengaku masih penjajakan untuk wilayah atau Kabupaten Bantaeng atau Gowa.
Ia menjelaskan, kualitas kopi di daerah tersebut cukup baik. Apalagi di sana banyak petani kopi yang terus fokus meningkatkan produksi.
"Selain cengkih, negara timur tengah juga tertarik dengan kopi asal Sulsel. Agar bisa menembus pasar ekspor timur tengah, salah satunya akan mengajak investornya untuk mau budidaya kopi, yang rencananya dilakukan di Gowa dan Bantaeng" jelas Lutfi.
Sebelumnya, BBKP Makassar Kementerian Pertanian telah melepas ekspor cengkih sebanyak 32 ton yang diproduksi petani Sulawesi Selatan ke pasar Timur Tengah, 11 Februari 2023.
"Yang diekspor ke timur tengah itu sebanyak 32 ton dan ini memenuhi syarat untuk dilalulintaskan sehingga ekspor bisa terlaksana," ujar Lutfie
Lutfie Natsir mengatakan negara tujuan ekspor pasar Timur Tengah ini yakni Qatar sebanyak 12 ton dengan nilai Rp896 juta dan Libya sebanyak 10 ton senilai Rp1,006 miliar.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Qatar tertarik potensi kopi Sulsel
Dalam keterangannya di Makassar Selasa Lutfie mengatakan negara timur tengah itu bahkan siap melakukan pendampingan kepada para petani kopi Sulsel agar kualitas kopinya semakin tinggi dan layak diekspor ke negara tersebut ke depan.
"Kami sempat bincang-bincang dengan importir (waktu ekspor cengkih), sementara lagi merintis dan rencana mengundang para investor mereka ke Sulsel untuk melakukan pendampingan dan penelitian budidaya kopi yang baik," ujarnya.
Mengenai daerah mana yang akan fokus pengembangan budidaya kopi, Ia mengaku masih penjajakan untuk wilayah atau Kabupaten Bantaeng atau Gowa.
Ia menjelaskan, kualitas kopi di daerah tersebut cukup baik. Apalagi di sana banyak petani kopi yang terus fokus meningkatkan produksi.
"Selain cengkih, negara timur tengah juga tertarik dengan kopi asal Sulsel. Agar bisa menembus pasar ekspor timur tengah, salah satunya akan mengajak investornya untuk mau budidaya kopi, yang rencananya dilakukan di Gowa dan Bantaeng" jelas Lutfi.
Sebelumnya, BBKP Makassar Kementerian Pertanian telah melepas ekspor cengkih sebanyak 32 ton yang diproduksi petani Sulawesi Selatan ke pasar Timur Tengah, 11 Februari 2023.
"Yang diekspor ke timur tengah itu sebanyak 32 ton dan ini memenuhi syarat untuk dilalulintaskan sehingga ekspor bisa terlaksana," ujar Lutfie
Lutfie Natsir mengatakan negara tujuan ekspor pasar Timur Tengah ini yakni Qatar sebanyak 12 ton dengan nilai Rp896 juta dan Libya sebanyak 10 ton senilai Rp1,006 miliar.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Qatar tertarik potensi kopi Sulsel
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Investor Tiongkok tertarik proyek pembangunan Stadion Makassar di Untia Biringkanaya
07 August 2025 4:30 WIB
Heru mengaku tak tertarik namanya diusulkan Demokrat maju Pilgub DKI Jakarta
01 July 2024 11:18 WIB, 2024
Manchester United dirumorkan tertarik boyong Leon Goretzka dari Muenchen
04 August 2023 5:32 WIB, 2023
Bupati Nganjuk tertarik pada pertanian Mandiri Benih di Sulawesi Selatan
07 July 2023 9:32 WIB, 2023
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
SPJM gelar pelatihan kompetensi untuk tingkatkan keunggulan layanan dan bisnis
03 February 2026 12:53 WIB