Logo Header Antaranews Makassar

Produksi padi Sulsel 2025 naik signifikan

Selasa, 3 Februari 2026 18:23 WIB
Image Print
Petani menebar pupuk di area persawahan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (7/1/2026). (ANTARA/Arnas Padda)

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat kinerja sektor pertanian, khususnya komoditas padi yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025, dengan adanya peningkatan hingga mencapai 5,47 juta ton gabah kering giling.

Kepala Bagian Umum BPS Sulawesi Selatan Khaerul Agus di Makassar, Selasa, mengungkapkan bahwa luas panen padi pada 2025 mencapai 1,04 juta hektare dengan total produksi padi sebesar 5,47 juta ton gabah kering giling (GKG).

"Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras Sulawesi Selatan pada 2025 tercatat sebesar 3,14 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Khaerul Agus mengatakan, berdasarkan angka tetap (AT) BPS, luas panen padi pada 2025 meningkat sebesar 90,39 ribu hektare atau 9,50 persen dibandingkan 2024 yang tercatat seluas 0,95 juta hektare.

Ia mengaku seiring dengan bertambahnya luas panen, produksi padi juga mengalami kenaikan sebesar 648,16 ribu ton atau 13,45 persen, dari 4,82 juta ton GKG pada 2024 menjadi 5,47 juta ton GKG pada 2025.

Peningkatan produksi tersebut turut berdampak pada ketersediaan beras untuk konsumsi pangan penduduk. Produksi beras pada 2025 mencapai 3,14 juta ton, naik sekitar 371,94 ribu ton atau 13,45 persen dibandingkan produksi beras tahun 2024.

Menurut dia, hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS menunjukkan bahwa realisasi luas panen padi di Sulawesi Selatan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 1,04 juta hektare.

"Puncak panen padi terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan September. Pada puncak panen pertama di bulan April 2025, luas panen mencapai 216,32 ribu hektare, meningkat sebesar 42,38 ribu hektare atau 24,37 persen dibandingkan April 2024," terangnya.

Adapun tiga kabupaten dan kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Bone dengan 893 ribu ton lebih, Kabupaten Wajo sebanyak 783 ribu ton lebih, dan Kabupaten Pinrang sebanyak 595 ribu ton lebih.

Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi (GKG) terendah yaitu Kota Makassar dengan 10.553 ton, Kabupaten Kepulauan Selayar 8.201 ton, dan Kota Parepare 5.027 ton.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026