Kemenkes : Rokok elektronik menjadi ancaman generasi muda
Rabu, 5 April 2023 18:53 WIB
Paparan yang disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Dr. Eva Susanti dalam webinar series "Kolak Ketan 2023", di Jakarta, Rabu (5/3/2023). ANTARA/ Anita Permata Dewi
Jakarta (ANTARA) - Kemenkes mengingatkan, kehadiran rokok elektrik atau vaping menjadi ancaman serius bagi kesehatan generasi muda di Indonesia.
“Vape merupakan ancaman serius bagi generasi muda di Indonesia. Rokok elektrik ini tidak aman untuk anak-anak, karena mengandung nikotin dan perasa berupa aerosol yang memiliki 7.000 efek negatif," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Eva Susanti dalam webinar bertajuk "Kolak Ketan 2023", di Jakarta, Rabu.
Eva Susanti mengatakan rokok elektrik sebenarnya sama dengan rokok konvensional. "Artinya sama-sama berbahaya," katanya.
Rokok elektronik adalah perangkat bertenaga baterai yang menghasilkan nikotin dan rasa dalam bentuk aerosol.
Eva Susanti menjelaskan aerosol rokok elektrik mengandung zat berbahaya.
“Karena ada senyawa organik yang mudah menguap, ada partikel halus yang berbahaya, ada logam berat seperti nikel, timah, timbal penyebab kanker, penyedap rasa, dan ada bahan kimia penyebab kanker,” ujarnya.
Eva Susanti merinci propilen glikol dalam rokok elektrik dapat menyebabkan iritasi paru-paru dan mata, serta gangguan saluran pernapasan.
Kemudian kandungan nikotin pada rokok elektrik memiliki efek candu yang memicu depresi, pusing, badan gemetar, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kanker paru-paru, penyempitan pembuluh darah, bahkan kematian.
Eva Susanti menambahkan nikotin juga dapat membahayakan perkembangan otak yang dapat berlanjut hingga anak berusia 25 tahun.
Tak hanya itu, perisdiacetyl pada rokok elektrik dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik. perisdiacetyl pada rokok elektrik dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik.
“Yang penting jauhi rokok elektrik karena efeknya sangat buruk bagi kesehatan,” kata Eva Susanti Eva Susanti.
Berita ini juga pernah tayang di Antaranews . com dengan judul: Kemenkes: Ancaman Rokok Elektronik Bagi Generasi Muda
“Vape merupakan ancaman serius bagi generasi muda di Indonesia. Rokok elektrik ini tidak aman untuk anak-anak, karena mengandung nikotin dan perasa berupa aerosol yang memiliki 7.000 efek negatif," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Eva Susanti dalam webinar bertajuk "Kolak Ketan 2023", di Jakarta, Rabu.
Eva Susanti mengatakan rokok elektrik sebenarnya sama dengan rokok konvensional. "Artinya sama-sama berbahaya," katanya.
Rokok elektronik adalah perangkat bertenaga baterai yang menghasilkan nikotin dan rasa dalam bentuk aerosol.
Eva Susanti menjelaskan aerosol rokok elektrik mengandung zat berbahaya.
“Karena ada senyawa organik yang mudah menguap, ada partikel halus yang berbahaya, ada logam berat seperti nikel, timah, timbal penyebab kanker, penyedap rasa, dan ada bahan kimia penyebab kanker,” ujarnya.
Eva Susanti merinci propilen glikol dalam rokok elektrik dapat menyebabkan iritasi paru-paru dan mata, serta gangguan saluran pernapasan.
Kemudian kandungan nikotin pada rokok elektrik memiliki efek candu yang memicu depresi, pusing, badan gemetar, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kanker paru-paru, penyempitan pembuluh darah, bahkan kematian.
Eva Susanti menambahkan nikotin juga dapat membahayakan perkembangan otak yang dapat berlanjut hingga anak berusia 25 tahun.
Tak hanya itu, perisdiacetyl pada rokok elektrik dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik. perisdiacetyl pada rokok elektrik dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik.
“Yang penting jauhi rokok elektrik karena efeknya sangat buruk bagi kesehatan,” kata Eva Susanti Eva Susanti.
Berita ini juga pernah tayang di Antaranews . com dengan judul: Kemenkes: Ancaman Rokok Elektronik Bagi Generasi Muda
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Susi Susanti : Bulu tangkis Indonesia sulit bersaing di tunggal putri dunia
25 April 2022 6:27 WIB, 2022
Susy Susanti soroti permasalahan regenerasi tunggal putri bulu tangkis Indonesia
24 April 2022 20:21 WIB, 2022
PON XX Papua - Susi Susanti tambah emas Jabar dari angkat berat putri
11 October 2021 11:57 WIB, 2021
PON XX Papua - Peraih emas Muaythai NTT dapat tawaran minum kopi gratis seumur hidup
07 October 2021 8:53 WIB, 2021
Akademisi: Penurunan IPK Indonesia di 2020 karena sempitnya ruang gerak masyarakat sipil
28 January 2021 19:40 WIB, 2021
Anthony Ginting tambah kekuatan tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2019
23 November 2019 23:40 WIB, 2019
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB
Kehilangan uang, Seorang guru SD di jember tega menanggalkan pakaian 22 siswanya
12 February 2026 15:24 WIB