Harga Telur di Mamuju Naik
Minggu, 23 Juni 2013 19:04 WIB
Ilustrasi Telur (ANTARA FOTO/Fathulrahman)
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kabupaten Mamuju ibukota Provinsi Sulawesi Barat, mengakui jika harga jual telur ayam ras melambung tinggi pasca pemeRintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Harga telur terpaksa dijual mahal dari harga sebelumNya. Saat ini harga jual telur ayam ras berkisar Rp30.000 per rak dari harga sebelumnya Rp23.000 per rak," kata Jumiati, salah seorang pedagang bumbu-bumbuan di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, lonjakan harga telur ayam ras ini merupakan dampak naiknya harga BBM yang telah berlangsung selama dua hari terakhir.
"Para pedagang distributor telur menaikkan harga dari biasanya karena ikut menyesuaikan gejolak harga BBM," katanya.
Ia menyampaikan, kebutuhan telur yang masuk ke Mamuju, rata-rata pasokan dari luar daerah khususnya dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan.
Jumiati menyampaikan, kemungkinan besar harga telur akan terus bergerak naik apalagi menjelang datangnya bulan Ramadhan, maka saat itu harga kebutuhan sembako juga ikut meroket.
"Kami yakin harga telur akan terus bergerak naik hingga menjelang lebaran. Naiknya kebutuhan pokok ini karena saat itu tingkat permintaan masyarakat tak sebanding dengan jumlah pasokan yang tersedia," ujarnya.
Hal senada disampaikan, Haeria, salah seoang pedagang di Mamuju, juga mengakui jika harga kebutuhan pokok termasuk telur mulai bergerak naik.
"Harga telur saat ini kami bisa jual Rp1.500 per butir dari kondisi harga sebelumnya sekitar Rp1.000 per butir," ucapnya.
Naiknya harga tersebut, kata dia, juga ikut mempengaruhi daya beli masyarakat terlihat menurun. Agus Setiawan
"Harga telur terpaksa dijual mahal dari harga sebelumNya. Saat ini harga jual telur ayam ras berkisar Rp30.000 per rak dari harga sebelumnya Rp23.000 per rak," kata Jumiati, salah seorang pedagang bumbu-bumbuan di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, lonjakan harga telur ayam ras ini merupakan dampak naiknya harga BBM yang telah berlangsung selama dua hari terakhir.
"Para pedagang distributor telur menaikkan harga dari biasanya karena ikut menyesuaikan gejolak harga BBM," katanya.
Ia menyampaikan, kebutuhan telur yang masuk ke Mamuju, rata-rata pasokan dari luar daerah khususnya dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan.
Jumiati menyampaikan, kemungkinan besar harga telur akan terus bergerak naik apalagi menjelang datangnya bulan Ramadhan, maka saat itu harga kebutuhan sembako juga ikut meroket.
"Kami yakin harga telur akan terus bergerak naik hingga menjelang lebaran. Naiknya kebutuhan pokok ini karena saat itu tingkat permintaan masyarakat tak sebanding dengan jumlah pasokan yang tersedia," ujarnya.
Hal senada disampaikan, Haeria, salah seoang pedagang di Mamuju, juga mengakui jika harga kebutuhan pokok termasuk telur mulai bergerak naik.
"Harga telur saat ini kami bisa jual Rp1.500 per butir dari kondisi harga sebelumnya sekitar Rp1.000 per butir," ucapnya.
Naiknya harga tersebut, kata dia, juga ikut mempengaruhi daya beli masyarakat terlihat menurun. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TPID Gowa temukan kenaikan harga pangan jelang Ramadhan namun masih wajar
08 March 2024 18:28 WIB, 2024
Badan Pangan Nasional waspadai kenaikan harga beras, cabai, dan telur di akhir tahun
06 December 2022 14:41 WIB, 2022