Rudenim Makassar pindahkan 53 pengungsi migran selama 2023
Sabtu, 8 Juli 2023 1:00 WIB
Pihak Rudenim Makassar mengawal pemindahan pengungsi menuju Australia pada Juni lalu. (ANTARA/HO-Rudenim Makassar)
Makassar (ANTARA) - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar melaksanakan pengawalan resettlement atau perpindahan tempat tinggal 53 pengungsi migran selama 2023.
Kepala Rudenim Makassar Alimuddin melalui keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan proses pemindahan tersebut dilaksanakan dengan pengawalan ketat dan profesional oleh petugas Rudenim Makassar.
"Sejak awal tahun 2023 hingga sekarang, Rudenim Makassar telah berhasil melakukan resettlement bagi 53 pengungsi," ujar Alimuddin.
Bagi Alimuddin, proses pengawalan ini merupakan langkah penting dalam memastikan para pengungsi tiba di negara tujuan dengan aman dan lancar.
Rudenim Makassar akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik di dalam maupun di luar negeri untuk memastikan kelancaran proses pemindahan dan keamanan para pengungsi yang dipindahkan.
Juni 2023 lalu, Rudenim Makassar kembali telah melakukan pengawalan pemindahan tempat tinggal pada lima pengungsi ke Australia. Mereka dipindahkan pada empat waktu yang berbeda, dua di antaranya dipindahkan secara bersamaan.
"Kami berharap mereka dapat menemukan stabilitas dan kehidupan yang lebih baik di negara baru mereka," ujar Alimuddin.
Dia pun menegaskan bahwa Rudenim Makassar akan terus berkomitmen dalam mendukung proses ini dan memastikan keselamatan para pengungsi yang berada di bawah pengawalan Rudenim Makassar..
Salah satu pengungsi dari Afghanistan bernama Mak mengaku sangat senang telah mendapatkan kesempatan pemindahan tempat tinggal ke Australia.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemindahan saya. Akhirnya, saya mendapatkan kesempatan yang telah lama saya tunggu," ujar pengungsi berusia 32 tahun tersebut.*
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Makassar pindahkan 53 pengungsi migran selama 2023
Kepala Rudenim Makassar Alimuddin melalui keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan proses pemindahan tersebut dilaksanakan dengan pengawalan ketat dan profesional oleh petugas Rudenim Makassar.
"Sejak awal tahun 2023 hingga sekarang, Rudenim Makassar telah berhasil melakukan resettlement bagi 53 pengungsi," ujar Alimuddin.
Bagi Alimuddin, proses pengawalan ini merupakan langkah penting dalam memastikan para pengungsi tiba di negara tujuan dengan aman dan lancar.
Rudenim Makassar akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik di dalam maupun di luar negeri untuk memastikan kelancaran proses pemindahan dan keamanan para pengungsi yang dipindahkan.
Juni 2023 lalu, Rudenim Makassar kembali telah melakukan pengawalan pemindahan tempat tinggal pada lima pengungsi ke Australia. Mereka dipindahkan pada empat waktu yang berbeda, dua di antaranya dipindahkan secara bersamaan.
"Kami berharap mereka dapat menemukan stabilitas dan kehidupan yang lebih baik di negara baru mereka," ujar Alimuddin.
Dia pun menegaskan bahwa Rudenim Makassar akan terus berkomitmen dalam mendukung proses ini dan memastikan keselamatan para pengungsi yang berada di bawah pengawalan Rudenim Makassar..
Salah satu pengungsi dari Afghanistan bernama Mak mengaku sangat senang telah mendapatkan kesempatan pemindahan tempat tinggal ke Australia.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemindahan saya. Akhirnya, saya mendapatkan kesempatan yang telah lama saya tunggu," ujar pengungsi berusia 32 tahun tersebut.*
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Makassar pindahkan 53 pengungsi migran selama 2023
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko Pangan dukung Pemkot Makassar membangun proyek PSEL di TPA Antang Manggala
06 February 2026 18:26 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Badan Kesbangpol Sulbar dan FKPT bahas penguatan sinergi pencegahan terorisme
06 February 2026 19:59 WIB
DPRD Sulsel segera jalankan hak angket di CPI, Jangan sampai aset Pemprov hilang
04 February 2026 13:30 WIB