PBB menyatakan penodaan kitab suci tak bisa ditolelir
Jumat, 21 Juli 2023 14:26 WIB
Foto arsip - Pengunjuk rasa melakukan aksi di Kantor Kedutaan Besar Swedia, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2023). . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Toronto (ANTARA) - Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric pada Kamis waktu setempat menyatakan sikap tidak menghormati kitab suci dan rumah ibadah tak bisa ditolelir. Pernyataan ini disampaikan sebagai jawaban atas kasus penodaan AlQuran di Swedia.
"Yang kita butuhkan adalah saling menghormati. Saya kira kami sudah jelaskan bahwa penodaan kitab suci dan rumah ibadah tidak bisa ditolelir," kata dia kepada pers.
Sembari menyebut prilaku itu biasanya dilakukan sebagai provokasi, Dujarric menekankan pentingnya tidak terprovokasi.
Dia menyatakan orang-orang seharusnya saling menghormati agamanya, tidak main hakim sendiri, dan menghindari aksi kekerasan.
Pada Kamis pagi, sekelompok orang Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad.
Mereka membakar gedung kedutaan besar itu sebagai protes atas pembakaran kitab suci Al-Quran yang terjadi pada 28 Juni dan dilakukan oleh Salwan Monikoa, pria kelahiran Irak yang tinggal di Swedia.
Kementerian Luar Negeri Swedia mengutuk serangan di kedutaan besarnya di Baghdad, yang disebutnya sebagai "pelanggaran serius" terhadap Konvensi Wina.
Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Turki, Irak, Pakistan, Indonesia, Afghanistan dan negara-negara Islam lainnya, mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan besar Swedia itu.
Swedia menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.
Menyusul serangan terhadap misi diplomatik Swedia itu, Momika kembali menodai AlQuran dengan menginjaknya dan juga bendera Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Swedia.
Insiden Kamis itu terjadi setelah Irak memperingatkan Swedia akan memutuskan hubungan diplomatik jika penodaan Al-Quran terjadi lagi.
Bagdad melangkah lebih jauh dengan mem- persona non grata-kan duta besar Swedia setelah Al-Quran untuk kedua kalinya dalam sebulan dinodai kembali.
Sumber: Anadolu
"Yang kita butuhkan adalah saling menghormati. Saya kira kami sudah jelaskan bahwa penodaan kitab suci dan rumah ibadah tidak bisa ditolelir," kata dia kepada pers.
Sembari menyebut prilaku itu biasanya dilakukan sebagai provokasi, Dujarric menekankan pentingnya tidak terprovokasi.
Dia menyatakan orang-orang seharusnya saling menghormati agamanya, tidak main hakim sendiri, dan menghindari aksi kekerasan.
Pada Kamis pagi, sekelompok orang Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad.
Mereka membakar gedung kedutaan besar itu sebagai protes atas pembakaran kitab suci Al-Quran yang terjadi pada 28 Juni dan dilakukan oleh Salwan Monikoa, pria kelahiran Irak yang tinggal di Swedia.
Kementerian Luar Negeri Swedia mengutuk serangan di kedutaan besarnya di Baghdad, yang disebutnya sebagai "pelanggaran serius" terhadap Konvensi Wina.
Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Turki, Irak, Pakistan, Indonesia, Afghanistan dan negara-negara Islam lainnya, mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan besar Swedia itu.
Swedia menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.
Menyusul serangan terhadap misi diplomatik Swedia itu, Momika kembali menodai AlQuran dengan menginjaknya dan juga bendera Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Swedia.
Insiden Kamis itu terjadi setelah Irak memperingatkan Swedia akan memutuskan hubungan diplomatik jika penodaan Al-Quran terjadi lagi.
Bagdad melangkah lebih jauh dengan mem- persona non grata-kan duta besar Swedia setelah Al-Quran untuk kedua kalinya dalam sebulan dinodai kembali.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekjen PBB mendesak semua negara cari strategi terpadu atasi krisis di Myanmar
07 September 2023 12:20 WIB, 2023
Pakar PBB: Serangan Israel di kamp pengungsi Jenin bisa disebut kejahatan perang
06 July 2023 17:53 WIB, 2023
Indonesia berhasil mengarusutamakan isu kapal selam tenaga nuklir di PBB
28 August 2022 18:13 WIB, 2022
Gappri minta pemerintah tidak menaikkan cukai hasil tembakau pada 2022
10 September 2021 12:04 WIB, 2021
PBB usul Great Barrier Reef Australia masuk daftar kategori 'dalam bahaya'
22 June 2021 12:09 WIB, 2021
Presiden AS: PBB harus minta pertanggungjawaban China atas wabah COVID-19
23 September 2020 16:09 WIB, 2020
Sekjen PBB puji keterlibatan Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian dunia
08 May 2019 8:41 WIB, 2019
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Keluar rel akibatkan kereta cepat kecelakaan di Spanyol, 21 orang tewas dan ratusan terluka
19 January 2026 9:37 WIB
Perkuat satuan militer, Prancis segera kerahkan pasukan darat, laut, udara ke Greenland
16 January 2026 18:10 WIB
Menkeu Prancis ingatkan AS, Greenland negara berdaulat tak boleh dipermainkan
16 January 2026 16:18 WIB