BMKG imbau masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi hingga empat meter
Rabu, 27 September 2023 9:59 WIB
Peta potensi gelombang tinggi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (27/9/2023). (FOTO ANTARA/HO-BMKG)
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir waspada potensi gelombang tinggi hingga empat meter di beberapa wilayah perairan pada 27-28 September 2023.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, Eko Prasetyo di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan 10-25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan dan perairan Bitung-Kep. Sitaro," katanya.
Kondisi itu, lanjutnya, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,250-2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue0-Kep. Nias, Teluk Lampung bagian selatan, perairan timur Kep. Bintan-Kep. Lingga, perairan utara Bangka, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, perairan Kupang-P. Rotte, Laut Sawu, Selat Ombai, Laut Natuna Utara, perairan Kep. Anambas-Kep. Natuna, Laut Natuna, Selat Karimata, perairan Kep. Karimata.
Kemudian, Laut Jawa, perairan selatan Kalimantan-Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, perairan barat Kep. Selayar, Laut Flores bagian timur, Laut Sumbawa, perairan Kep. Wakatobi, perairan Bitung-Kep. Sitaro, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan barat Halmahera, Laut Halmahera, Laut Seram, perairan P. Buru, Laut Banda, perairan Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Fak Fak-Kaimana, perairan Misool-Sorong bagian selatan, perairan Amamapare-Agats bagian barat, Laut Arafuru, Samudera Pasifik Utara Halmahera-Papua.
Sedangkan untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan Kep. Mentawai-barat Lampung, Samudera Hindia Barat Kep. Nias-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, perairan selatan Bali-P. Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten-P. Sumba.
"Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," demikian Eko Prasetyo.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, Eko Prasetyo di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan 10-25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan dan perairan Bitung-Kep. Sitaro," katanya.
Kondisi itu, lanjutnya, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,250-2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue0-Kep. Nias, Teluk Lampung bagian selatan, perairan timur Kep. Bintan-Kep. Lingga, perairan utara Bangka, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, perairan Kupang-P. Rotte, Laut Sawu, Selat Ombai, Laut Natuna Utara, perairan Kep. Anambas-Kep. Natuna, Laut Natuna, Selat Karimata, perairan Kep. Karimata.
Kemudian, Laut Jawa, perairan selatan Kalimantan-Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, perairan barat Kep. Selayar, Laut Flores bagian timur, Laut Sumbawa, perairan Kep. Wakatobi, perairan Bitung-Kep. Sitaro, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan barat Halmahera, Laut Halmahera, Laut Seram, perairan P. Buru, Laut Banda, perairan Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Fak Fak-Kaimana, perairan Misool-Sorong bagian selatan, perairan Amamapare-Agats bagian barat, Laut Arafuru, Samudera Pasifik Utara Halmahera-Papua.
Sedangkan untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan Kep. Mentawai-barat Lampung, Samudera Hindia Barat Kep. Nias-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, perairan selatan Bali-P. Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten-P. Sumba.
"Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," demikian Eko Prasetyo.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG keluarkan peringatan dini potensi gelombang empat meter di perairan Sulut
16 March 2026 5:27 WIB
Waspada, gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 11-14 Februari
11 February 2026 12:02 WIB
Siklon Tropis Nokaen di perairan Indonesia picu hujan dan gelombang laut tinggi
16 January 2026 5:38 WIB
Siklon jenna, picu potensi gelombang tinggi hingga enam meter di perairan Indonesia
07 January 2026 12:18 WIB
BMKG berikan peringatan dini waspada gelombang sangat tinggi 6 meter pada 11-14 Agustus
11 August 2025 16:13 WIB
Mayoritas kota besar Indonesia diperkirakan hujan pada Minggu, Makassar berawan
27 July 2025 9:27 WIB