Kapolda Papua : Proses evakuasi pendulang emas di Seradala Yahukimo masih dilakukan
Kamis, 19 Oktober 2023 15:21 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. (ANTARA/Evarukdijati)
Jayapura (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan proses evakuasi terhadap para pendulang emas di kawasan penambangan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan hingga kini masih dilakukan.
Personel Polres Yahukimo dibantu Satgas Damai Cartenz dan Brimob Polda Papua masih berupaya mencari para pendulang yang melarikan diri sesaat setelah terjadi penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (16/10) di sekitar kali I.
Sudah 52 orang yang berhasil ditemukan dan dievakuasi, tujuh diantaranya meninggal, kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri di Jayapura, Kamis.
Ia mengatakan pihaknya telah memerintahkan ke Kapolres Yahukimo agar bertemu dengan tokoh masyarakat agar meminta untuk sementara tidak melakukan pendulangan guna menghindari jatuhnya korban.
Tokoh masyarakat harus berperan aktif memberikan pemahaman pentingnya keselamatan diri mengingat kawasan itu jauh dari pos TNI-Polri.
Baca juga: Kapolda Papua : TNI-Polri evakuasi 18 pendulang emas di Yahukimo, tujuh orang diantaranya meninggal
"Kami berharap untuk sementara waktu kegiatan mendulang emas dihentikan agar tidak ada lagi korban jiwa, " harap Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.
Terkait pelaku penyerangan dan penembakan terhadap pendulang, Kapolda Papua mengakui, dari laporan yang diterima pelakunya adalah kelompok yang seringkali melakukan aksi di wilayah Kabupaten Nduga, Yahukimo dan Pegunungan Bintang.
Biasanya setelah melakukan aksi penembakan di Nduga mereka lari ke Yahukimo atau Pegunungan Bintang karena ketiga wilayah itu saling berbatasan.
"Ke depan kami akan melakukan penegakan hukum kepada para pelaku agar wilayah itu kembali aman, " tegas Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.
Personel Polres Yahukimo dibantu Satgas Damai Cartenz dan Brimob Polda Papua masih berupaya mencari para pendulang yang melarikan diri sesaat setelah terjadi penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (16/10) di sekitar kali I.
Sudah 52 orang yang berhasil ditemukan dan dievakuasi, tujuh diantaranya meninggal, kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri di Jayapura, Kamis.
Ia mengatakan pihaknya telah memerintahkan ke Kapolres Yahukimo agar bertemu dengan tokoh masyarakat agar meminta untuk sementara tidak melakukan pendulangan guna menghindari jatuhnya korban.
Tokoh masyarakat harus berperan aktif memberikan pemahaman pentingnya keselamatan diri mengingat kawasan itu jauh dari pos TNI-Polri.
Baca juga: Kapolda Papua : TNI-Polri evakuasi 18 pendulang emas di Yahukimo, tujuh orang diantaranya meninggal
"Kami berharap untuk sementara waktu kegiatan mendulang emas dihentikan agar tidak ada lagi korban jiwa, " harap Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.
Terkait pelaku penyerangan dan penembakan terhadap pendulang, Kapolda Papua mengakui, dari laporan yang diterima pelakunya adalah kelompok yang seringkali melakukan aksi di wilayah Kabupaten Nduga, Yahukimo dan Pegunungan Bintang.
Biasanya setelah melakukan aksi penembakan di Nduga mereka lari ke Yahukimo atau Pegunungan Bintang karena ketiga wilayah itu saling berbatasan.
"Ke depan kami akan melakukan penegakan hukum kepada para pelaku agar wilayah itu kembali aman, " tegas Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.
Pewarta : Evarukdijati
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat Smart Air di Karowai Papua
12 February 2026 13:38 WIB
Angkat tema alam, mahasiswa dari sanggar OAP wakili KTI di ajang menari nasional
30 January 2026 5:34 WIB
Pesawat Smart Air mendarat darurat di pantai Nabire, semua penumpang selamat
27 January 2026 15:12 WIB
Presiden Prabowo minta dana otsus tidak digunakan untuk DLN pemda di Papua
17 December 2025 6:44 WIB
Gempa Magnitudo 5,1 guncang Merauke Papua Selatan, tidak berpotensi tsunami
17 December 2025 6:27 WIB
Menko Polkam: Jalan trans Jayapura-Wamena pendorong ekonomi Papua Pegunungan
03 December 2025 13:44 WIB
Menkes kirim tim analisa ke Papua terkait dugaan ibu hamil ditolak rumah sakit
25 November 2025 13:20 WIB
Presiden Prabowo memerintahkan audit RS di Papua, usai kabar ibu hamil ditolak RS
25 November 2025 7:13 WIB