PKK Sulsel menggerakkan kader percepat capaian imunisasi
Selasa, 31 Oktober 2023 15:02 WIB
Pj Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Sofha Marwah (empat kanan), pimpin rapat evaluasi cakupan imunisasi di Sulsel. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel)
Makassar (ANTARA) - Pj Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Sofha Marwah Bahtiar menggerakkan pengurus dan kader PKK kabupaten dan kota seluruh Sulsel dalam upaya mempercepat capaian imunisasi di wilayah itu
Sofha Marwah dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan pemberian vaksin meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpapar penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.
Ia mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, yaitu tahun 2021 dan tahun 2022, Provinsi Sulsel telah meraih prestasi sebagai provinsi yang menempati posisi pertama tingkat nasional dalam hal cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).
Dirinya berharap, semua anak di Sulsel mendapat hak imunisasi dan dapat mempertahankan posisi IDL di tahun 2023 ini.
"Mulai tahun ini, pencatatan dan pelaporan kegiatan imunisasi rutin telah berbasis elektronik, yaitu menggunakan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), sehingga cakupan imunisasi rutin dapat dilihat berdasarkan input yang masuk ke dalam aplikasi tersebut," ujarnya pada Rapat Evaluasi Bersama Cakupan Imunisasi Melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) Sulsel.
Sampai tanggal 27 Oktober 2023, cakupan IDL Sulsel sudah mencapai 76,10 persen dan angka ini masih di bawah target bulan Oktober 2023 yaitu 83,3 persen. Cakupan ini juga menempatkan Sulsel turun ke posisi ketiga di tingkat nasional setelah Provinsi DKI Jakarta dan Banten.
"Saya sebagai Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan telah mengirimkan surat kepada Ketua TP PKK kabupaten/kota untuk bersama-sama meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan utamanya pada baduta," ujarnya.
Pada saat surat tertanggal 18 Oktober 2023 tersebut dikirim ke kabupaten/kota, ungkap Sofha Marwah, belum ada satu kabupaten/kota pun yang telah mencapai target cakupan Imunisasi Baduta Lengkap di Bulan Oktober.
Namun, per tanggal 27 Oktober 2023, telah ada kabupaten yang mencapai Imunisasi Baduta Lengkap yaitu Kabupaten Pinrang.
Sementara secara umum, ada tujuh kabupaten seperti Sidrap, Soppeng, Bantaeng, Pangkep, Bone, Pinrang dan Takalar telah mencapai target IDL di bulan Oktober yaitu 83,3 persen.
"Hal ini tentunya memberikan semangat kita semua untuk semakin terpacu memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita, salah satunya dengan memberikan hak mereka untuk mendapatkan Imunisasi," imbuhnya.
Lebih jauh Bunda PAUD Sulsel ini mengatakan, dalam upaya melindungi anak-anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dan sebagai komitmen TP PKK dalam bidang Kesehatan, semua perlu terjun langsung, saling bahu membahu.
Bersama Dinas Kesehatan, mitra pembangunan, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi profesi dan kemasyarakatan dan seluruh stakeholder dalam masyarakat ikut memantau dan memastikan pelaksanaan Imunisasi melalui mobilisasi orang tua/pengasuh untuk datang ke posyandu dan pos-pos imunisasi dengan begitu kita dapat memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi.
"TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan sebagai mitra pemerintah menaruh perhatian besar dalam mensukseskan Imunisasi di Sulawesi Selatan," imbuhnya.
Ia menambahkan kesadaran orangtua untuk melakukan imunisasi pada anak-anak tentunya harus diawali dengan pemahaman yang benar mengenai imunisasi, dan ini menjadi tantangan bersama.
Informasi yang benar harus diperoleh dari sumber yang benar dan terpercaya, sehingga semua tidak mudah untuk dipengaruhi oleh beragam hoaks yang sangat mudah diakses dari media sosial.
"Saya menghimbau kepada TP PKK se Sulawesi Selatan agar tidak henti-hentinya memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya imunisasi kepada orang tua anak maupun masyarakat umum. Hal ini bisa kita wujudkan melalui penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat di setiap kegiatan PKK," ujarnya.
"Kita juga perlu menggerakkan kader-kader PKK dalam menjangkau semua sasaran imunisasi dan mengajak orangtua/pengasuh untuk datang membawa anaknya ke posyandu dan pos imunisasi. Kita juga bisa melakukan inovasi untuk menggerakkan sasaran agar datang untuk mendapatkan imunisasi," jelasnya.
Rapat ini diikuti Ketua TP PKK kabupaten/kota atau yang mewakili, kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Kepala Bidang P2P Dinkes Sulsel, Kepala Bidang P2P Kabupaten/Kota, Kepala Puskesmas Kabupaten/Kota, Pengelola imunisasi dan Korim Kabupaten/Kota, WHO dan UNICEF.*
Sofha Marwah dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan pemberian vaksin meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpapar penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.
Ia mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, yaitu tahun 2021 dan tahun 2022, Provinsi Sulsel telah meraih prestasi sebagai provinsi yang menempati posisi pertama tingkat nasional dalam hal cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).
Dirinya berharap, semua anak di Sulsel mendapat hak imunisasi dan dapat mempertahankan posisi IDL di tahun 2023 ini.
"Mulai tahun ini, pencatatan dan pelaporan kegiatan imunisasi rutin telah berbasis elektronik, yaitu menggunakan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), sehingga cakupan imunisasi rutin dapat dilihat berdasarkan input yang masuk ke dalam aplikasi tersebut," ujarnya pada Rapat Evaluasi Bersama Cakupan Imunisasi Melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) Sulsel.
Sampai tanggal 27 Oktober 2023, cakupan IDL Sulsel sudah mencapai 76,10 persen dan angka ini masih di bawah target bulan Oktober 2023 yaitu 83,3 persen. Cakupan ini juga menempatkan Sulsel turun ke posisi ketiga di tingkat nasional setelah Provinsi DKI Jakarta dan Banten.
"Saya sebagai Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan telah mengirimkan surat kepada Ketua TP PKK kabupaten/kota untuk bersama-sama meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan utamanya pada baduta," ujarnya.
Pada saat surat tertanggal 18 Oktober 2023 tersebut dikirim ke kabupaten/kota, ungkap Sofha Marwah, belum ada satu kabupaten/kota pun yang telah mencapai target cakupan Imunisasi Baduta Lengkap di Bulan Oktober.
Namun, per tanggal 27 Oktober 2023, telah ada kabupaten yang mencapai Imunisasi Baduta Lengkap yaitu Kabupaten Pinrang.
Sementara secara umum, ada tujuh kabupaten seperti Sidrap, Soppeng, Bantaeng, Pangkep, Bone, Pinrang dan Takalar telah mencapai target IDL di bulan Oktober yaitu 83,3 persen.
"Hal ini tentunya memberikan semangat kita semua untuk semakin terpacu memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita, salah satunya dengan memberikan hak mereka untuk mendapatkan Imunisasi," imbuhnya.
Lebih jauh Bunda PAUD Sulsel ini mengatakan, dalam upaya melindungi anak-anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dan sebagai komitmen TP PKK dalam bidang Kesehatan, semua perlu terjun langsung, saling bahu membahu.
Bersama Dinas Kesehatan, mitra pembangunan, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi profesi dan kemasyarakatan dan seluruh stakeholder dalam masyarakat ikut memantau dan memastikan pelaksanaan Imunisasi melalui mobilisasi orang tua/pengasuh untuk datang ke posyandu dan pos-pos imunisasi dengan begitu kita dapat memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi.
"TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan sebagai mitra pemerintah menaruh perhatian besar dalam mensukseskan Imunisasi di Sulawesi Selatan," imbuhnya.
Ia menambahkan kesadaran orangtua untuk melakukan imunisasi pada anak-anak tentunya harus diawali dengan pemahaman yang benar mengenai imunisasi, dan ini menjadi tantangan bersama.
Informasi yang benar harus diperoleh dari sumber yang benar dan terpercaya, sehingga semua tidak mudah untuk dipengaruhi oleh beragam hoaks yang sangat mudah diakses dari media sosial.
"Saya menghimbau kepada TP PKK se Sulawesi Selatan agar tidak henti-hentinya memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya imunisasi kepada orang tua anak maupun masyarakat umum. Hal ini bisa kita wujudkan melalui penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat di setiap kegiatan PKK," ujarnya.
"Kita juga perlu menggerakkan kader-kader PKK dalam menjangkau semua sasaran imunisasi dan mengajak orangtua/pengasuh untuk datang membawa anaknya ke posyandu dan pos imunisasi. Kita juga bisa melakukan inovasi untuk menggerakkan sasaran agar datang untuk mendapatkan imunisasi," jelasnya.
Rapat ini diikuti Ketua TP PKK kabupaten/kota atau yang mewakili, kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Kepala Bidang P2P Dinkes Sulsel, Kepala Bidang P2P Kabupaten/Kota, Kepala Puskesmas Kabupaten/Kota, Pengelola imunisasi dan Korim Kabupaten/Kota, WHO dan UNICEF.*
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang
13 February 2026 9:50 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB