Australian Open 2024 - Sabalenka berencana balas dendam terhadap Gauff di semifinal
Rabu, 24 Januari 2024 6:11 WIB
Arsip - Petenis Belarus Aryna Sabalenka melakukan selebrasi saat mencetak poin atas Zheng Qinwen (China) di babak perempat final US Open 2023 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 6 September 2023. ANTARA/AFP/Getty Images via AFP/AL BELLO/pri.
Jakarta (ANTARA) - Juara bertahan Aryna Sabalenka mengaku merencanakan untuk "balas dendam" terhadap Coco Gauff di semifinal Australian Open.
Petenis peringkat dua dunia itu bermain dominan dalam kemenangan 6-2, 6-3 atas unggulan kesembilan Barbora Krejcikova di Rod Laver Arena, Selasa, mencapai empat besar di Grand Slam untuk keenam kalinya berturut-turut.
Dia akan bertemu Gauff dalam pertandingan ulangan final US Open tahun lalu yang dimenangi petenis remaja asal Amerika itu dalam tiga set.
"Saya menyukai pertandingan itu, saya menyukainya. Setelah US Open, saya benar-benar menginginkan balas dendam itu, dan, maksud saya, itu adalah pertandingan yang hebat," kata Sabalenka, seperti disiarkan AFP.
"Selalu merupakan pertarungan hebat melawan Coco, dengan pertarungan yang sangat hebat. Saya senang melawannya, dan saya sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan semifinal itu," ujar petenis berusia 25 tahun itu menantikan pertandingan perebutan satu tempat di final.
Setelah kekalahannya saat menjadi favorit di Flushing Meadows, Sabalenka menjelaskan bahwa ia ingin memastikan bahwa ia bukanlah seorang yang hanya kebetulan memenangi turnamen besar.
Berdasarkan performanya sejauh ini, dia hanya kalah 16 pertandingan di Melbourne Park.
Petenis Belarusia itu memenangi tujuh perempat final Grand Slam sebelumnya menjelang pertandingan Krejcikova dan mengaitkan konsistensinya dengan kerja keras.
"Banyak kerja keras. Saya telah bekerja sangat keras tahun lalu dan di pramusim. Ini semua tentang kerja keras, berikan semuanya di lapangan saat latihan sehingga Anda siap untuk pertandingan," ujar Sabalenka.
"Saya pikir pola pikir saya adalah saya tidak menjadi gila di lapangan, saya tidak terburu-buru."
"Anda tahu, saya hanya bermain poin demi poin, dan hanya itu, dan berjuang untuk setiap poin tanpa terlalu memikirkan impian saya, tentang apa yang ingin saya lakukan, tentang berapa banyak Slam yang ingin saya menangi dan sebagainya."
Sabalenka tidak membuang-buang waktu untuk mengalahkan Krejcikova, juara French Open 2021. Dia memanfaatkan dua break point dari servis petenis Ceko itu di gim ketiga dan tidak membuat kesalahan.
Break selanjutnya terjadi pada gim kelima dan ketujuh, dengan Sabalenka memegang kendali penuh, melakukan servis untuk merebut set tersebut hanya dalam waktu 33 menit.
Krejcikova mencapai delapan besar setelah perjalanan yang sulit, kalah pada set pertama dalam tiga dari empat pertandingan pertamanya, sebelum bangkit kembali.
Namun, hal itu tidak terjadi saat dia melawan petenis yang sedang dalam performa terbaiknya itu.
Set kedua mengikuti pola serupa, dengan Sabalenka mematahkan servis pada gim ketiga dan kelima.
Krejcikova, yang belum pernah melewati babak delapan besar di Melbourne, mendapatkan angka untuk mengejar tetapi sudah terlambat ketika Sabalenka menutup pertandingan dengan kemenangan.
Petenis peringkat dua dunia itu bermain dominan dalam kemenangan 6-2, 6-3 atas unggulan kesembilan Barbora Krejcikova di Rod Laver Arena, Selasa, mencapai empat besar di Grand Slam untuk keenam kalinya berturut-turut.
Dia akan bertemu Gauff dalam pertandingan ulangan final US Open tahun lalu yang dimenangi petenis remaja asal Amerika itu dalam tiga set.
"Saya menyukai pertandingan itu, saya menyukainya. Setelah US Open, saya benar-benar menginginkan balas dendam itu, dan, maksud saya, itu adalah pertandingan yang hebat," kata Sabalenka, seperti disiarkan AFP.
"Selalu merupakan pertarungan hebat melawan Coco, dengan pertarungan yang sangat hebat. Saya senang melawannya, dan saya sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan semifinal itu," ujar petenis berusia 25 tahun itu menantikan pertandingan perebutan satu tempat di final.
Setelah kekalahannya saat menjadi favorit di Flushing Meadows, Sabalenka menjelaskan bahwa ia ingin memastikan bahwa ia bukanlah seorang yang hanya kebetulan memenangi turnamen besar.
Berdasarkan performanya sejauh ini, dia hanya kalah 16 pertandingan di Melbourne Park.
Petenis Belarusia itu memenangi tujuh perempat final Grand Slam sebelumnya menjelang pertandingan Krejcikova dan mengaitkan konsistensinya dengan kerja keras.
"Banyak kerja keras. Saya telah bekerja sangat keras tahun lalu dan di pramusim. Ini semua tentang kerja keras, berikan semuanya di lapangan saat latihan sehingga Anda siap untuk pertandingan," ujar Sabalenka.
"Saya pikir pola pikir saya adalah saya tidak menjadi gila di lapangan, saya tidak terburu-buru."
"Anda tahu, saya hanya bermain poin demi poin, dan hanya itu, dan berjuang untuk setiap poin tanpa terlalu memikirkan impian saya, tentang apa yang ingin saya lakukan, tentang berapa banyak Slam yang ingin saya menangi dan sebagainya."
Sabalenka tidak membuang-buang waktu untuk mengalahkan Krejcikova, juara French Open 2021. Dia memanfaatkan dua break point dari servis petenis Ceko itu di gim ketiga dan tidak membuat kesalahan.
Break selanjutnya terjadi pada gim kelima dan ketujuh, dengan Sabalenka memegang kendali penuh, melakukan servis untuk merebut set tersebut hanya dalam waktu 33 menit.
Krejcikova mencapai delapan besar setelah perjalanan yang sulit, kalah pada set pertama dalam tiga dari empat pertandingan pertamanya, sebelum bangkit kembali.
Namun, hal itu tidak terjadi saat dia melawan petenis yang sedang dalam performa terbaiknya itu.
Set kedua mengikuti pola serupa, dengan Sabalenka mematahkan servis pada gim ketiga dan kelima.
Krejcikova, yang belum pernah melewati babak delapan besar di Melbourne, mendapatkan angka untuk mengejar tetapi sudah terlambat ketika Sabalenka menutup pertandingan dengan kemenangan.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Singkirkan petenis belia Iva Jovic, Sabalenka capai semifinal Australian Open keempat berturut-turut
27 January 2026 15:17 WIB
Sabalenka pertahankan gelar Australian Open usai kalahkan Zheng Qinwen
27 January 2024 20:20 WIB, 2024
Swiatek kembali jadi petenis nomor satu dunia usai menangi Final WTA di Cancun Meksiko
07 November 2023 10:44 WIB, 2023
Wimbledon - Petenis Tunisia Ons Jabeur atasi perlawanan Sabalenka untuk lolos ke final
14 July 2023 7:20 WIB, 2023
Petenis Belarus Sabalenka kembali buka suara setelah bungkam di French Open
07 June 2023 11:31 WIB, 2023
Madrid Open 2023 - Sabalenka lollos ke semifinal usai bangkit kalahkan Sherif
03 May 2023 7:02 WIB, 2023