Poltekpar Makassar beri pelatihan pendampingan masyarakat desa wisata
Sabtu, 3 Februari 2024 11:39 WIB
Suasana pemberian pelatihan para dosen yang akan .mendampingi desa wisata di Sulsel. Antara/HO-Poltekpar Makassar
Makassar (ANTARA) - Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Makassar di Sulawes Selatan memberikan pelatihan pendampingan masyarakat di desa wisata.
"Pelatihan ini diikuti oleh 72 orang dosen dan tenaga pengajar yang nanti akan melakukan pengabdian masyarakat di desa wisata," kata Kepala P3M Poltekpar Makassar Ilham Junaid di Makassar, Kamis.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Direktur Poltekpar Makasssar Herry Rachmat Widjaja.
Menurut Herry, tujuan dari pelatihan itu untuk memberikan bekal pengetahuan kepada para pendamping pengembangan desa wisata melalui prinsip keberlanjutan.
Selain itu, untuk mendukung para dosen merencanakan menjalankan dan menghasilkan program kerja pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pelatihan ini tentu untuk memberikan pengayaan dalam menentukan metode pendekatan yang tepat dalam melakukan pendampingan di desa wisata.
"Sehingga dalam pendampingan tersebut tidak hanya mengacu pada keilmuan dosen saja, tetapi pendekatan yang dilakukan menyesuaikan kebutuhan di desa wisata yang didampingi," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, para dosen diminta bisa menggali pokok permasalahan yang dapat dikembangkan di desa tersebut.
Oleh karena itu, dia berharap melalui pendampingan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada desa wisata yang ada di Sulsel pada khususnya, sehingga desa wisata yang didampingi bisa naik kelas dari rintisan menjadi berkembang.
"Bahkan jika perlu desa wisata tersebut dapat masuk nominasi pada Anugerah Desa Wisata (ADWI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Kemanparektaf)," ujarnya.
"Pelatihan ini diikuti oleh 72 orang dosen dan tenaga pengajar yang nanti akan melakukan pengabdian masyarakat di desa wisata," kata Kepala P3M Poltekpar Makassar Ilham Junaid di Makassar, Kamis.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Direktur Poltekpar Makasssar Herry Rachmat Widjaja.
Menurut Herry, tujuan dari pelatihan itu untuk memberikan bekal pengetahuan kepada para pendamping pengembangan desa wisata melalui prinsip keberlanjutan.
Selain itu, untuk mendukung para dosen merencanakan menjalankan dan menghasilkan program kerja pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pelatihan ini tentu untuk memberikan pengayaan dalam menentukan metode pendekatan yang tepat dalam melakukan pendampingan di desa wisata.
"Sehingga dalam pendampingan tersebut tidak hanya mengacu pada keilmuan dosen saja, tetapi pendekatan yang dilakukan menyesuaikan kebutuhan di desa wisata yang didampingi," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, para dosen diminta bisa menggali pokok permasalahan yang dapat dikembangkan di desa tersebut.
Oleh karena itu, dia berharap melalui pendampingan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada desa wisata yang ada di Sulsel pada khususnya, sehingga desa wisata yang didampingi bisa naik kelas dari rintisan menjadi berkembang.
"Bahkan jika perlu desa wisata tersebut dapat masuk nominasi pada Anugerah Desa Wisata (ADWI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Kemanparektaf)," ujarnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB