BPBD Makassar Buka Posko 24 Jam
Sabtu, 15 Februari 2014 13:42 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar membuka posko siaga bencana 1 x 24 jam untuk melayani masyarakat dalam mengantisipasi bencana.
"Kami membuka posko 24 jam dan di tiap kecamatan diminta melaporkan perkembangan sehari sekali," kata Kepala BPBD Kota Makassar, Mohammad Ismounandar, di Makassar, Sabtu.
Dia menyebutkan posko ini didirikan di kantor Balai kota Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2 Makassar dengan melibatkan petugas BPBD, SAR, PMI dan relawan.
BPBD juga menampung semua informasi bencana yang terjadi di 14 kecamatan di Makassar.
Selain itu, kata dia, BPBD Makassar juga menyiapkan peralatan penanganan bencana seperti mobil dengan kemampuan "double" kabin, mobil bak terbuka, truk dapur lapangan, perahu karet dan motor trail.
"Saya sudah meminta petugas di kecamatan rutin melaporkan wilayahnya masing-masing minimal sehari sekali. Saya juga meminta laporan kondisi cuaca dan potensi bencana melalui saluran komunikasi radio. Laporan sewaktu-waktu kami minta segera disampaikan jika terjadi musibah bencana," ujarnya.
Ismounandar menambahkah, masyarakat juga bisa menginformasikan kepada BPBD apabila sewaktu-waktu terjadi bencana untuk segera menginformasikan ke layanan nomor telepon (0411) 363-3797.
Potensi bencana yang kemungkinan terjadi di wilayah kota Makassar seperti banjir, angin kencang, kebakaran dan sebagainya. Dari pantauan BPBD, bencana angin kencang masih berpotensi terjadi selama musim hujan saat ini.
Menurut dia, pihak BPBD sudah menyebarkan imbauan agar warga mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Apalagi sesaat kemudian turun hujan deras disertai angin kencang.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaanya. Penanganan bencana, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah akan tetapi semua unsur masyarakat" ucapnya. Agus Setiawan
"Kami membuka posko 24 jam dan di tiap kecamatan diminta melaporkan perkembangan sehari sekali," kata Kepala BPBD Kota Makassar, Mohammad Ismounandar, di Makassar, Sabtu.
Dia menyebutkan posko ini didirikan di kantor Balai kota Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2 Makassar dengan melibatkan petugas BPBD, SAR, PMI dan relawan.
BPBD juga menampung semua informasi bencana yang terjadi di 14 kecamatan di Makassar.
Selain itu, kata dia, BPBD Makassar juga menyiapkan peralatan penanganan bencana seperti mobil dengan kemampuan "double" kabin, mobil bak terbuka, truk dapur lapangan, perahu karet dan motor trail.
"Saya sudah meminta petugas di kecamatan rutin melaporkan wilayahnya masing-masing minimal sehari sekali. Saya juga meminta laporan kondisi cuaca dan potensi bencana melalui saluran komunikasi radio. Laporan sewaktu-waktu kami minta segera disampaikan jika terjadi musibah bencana," ujarnya.
Ismounandar menambahkah, masyarakat juga bisa menginformasikan kepada BPBD apabila sewaktu-waktu terjadi bencana untuk segera menginformasikan ke layanan nomor telepon (0411) 363-3797.
Potensi bencana yang kemungkinan terjadi di wilayah kota Makassar seperti banjir, angin kencang, kebakaran dan sebagainya. Dari pantauan BPBD, bencana angin kencang masih berpotensi terjadi selama musim hujan saat ini.
Menurut dia, pihak BPBD sudah menyebarkan imbauan agar warga mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Apalagi sesaat kemudian turun hujan deras disertai angin kencang.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaanya. Penanganan bencana, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah akan tetapi semua unsur masyarakat" ucapnya. Agus Setiawan
Pewarta : Oleh Darwin Fatir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi kekeringan, BPBD Makassar telah distribusikan air bersih 3 juta liter
15 September 2026 13:20 WIB
Kemarau ekstrem, BPBD Makassar distribusikan 2 juta liter air untuk warga
11 September 2026 13:53 WIB
BPBD Makassar salurkan bantuan bagi korban kebakaran di Jalan Adhyaksa Panakkukang
03 August 2026 18:53 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Desa Binaan Imigrasi di Majene terbentuk, Kanim Polman harap bisa percepat komunikasi
24 September 2026 12:42 WIB