Bamsoet : Indonesia butuh demokrasi gotong-royong, bukan oposisi
Jumat, 12 April 2024 7:00 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui selepas bertamu ke kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta, Rabu (10/4/2024). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan pemerintahan di Indonesia membutuhkan demokrasi gotong-royong dan bukan oposisi.
"Kita enggak butuh oposisi, kita butuh gotong-royong, kita butuh demokrasi gotong-royong dan tidak dibutuhkan lagi oposisi," katanya di Jakarta, Kamis malam.
Hal itu disampaikan Bamsoet usai menghadiri acara open house atau gelar griya Idul Fitri di Kediaman Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar turut menanggapi rencana Prabowo Subianto, merangkul semua partai politik untuk bersatu demi kemajuan bangsa.
Terkait rekonsiliasi usai Pemilu, Bamsoet menyatakan konsekuensinya adalah merangkul semua pihak, termasuk parpol pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Terkait pentingnya oposisi untuk checks and balances, Bamsoet menyatakan bersatu bukan berarti checks and balances tidak hidup. Alasannya, semua bisa dimusyawarahkan dalam sistem demokrasi.
Dia mencontohkan, Golkar dan partai lain dalam satu koalisi, bukan berarti satu pandangan. Tetapi semuanya harus disampaikan secara baik. Sehingga, kemungkinan tidak adanya oposisi dalam satu pemerintahan itu pasti ada.
"Kalau oposisi kan bicara kebanggaan, kadang-kadang lari dari substansi. Tapi kalau satu koalisi, kita bisa bicara dari hati ke hati, yang lebih baik untuk masyarakat adil dan makmur," katanya menegaskan.
"Kita enggak butuh oposisi, kita butuh gotong-royong, kita butuh demokrasi gotong-royong dan tidak dibutuhkan lagi oposisi," katanya di Jakarta, Kamis malam.
Hal itu disampaikan Bamsoet usai menghadiri acara open house atau gelar griya Idul Fitri di Kediaman Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar turut menanggapi rencana Prabowo Subianto, merangkul semua partai politik untuk bersatu demi kemajuan bangsa.
Terkait rekonsiliasi usai Pemilu, Bamsoet menyatakan konsekuensinya adalah merangkul semua pihak, termasuk parpol pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Terkait pentingnya oposisi untuk checks and balances, Bamsoet menyatakan bersatu bukan berarti checks and balances tidak hidup. Alasannya, semua bisa dimusyawarahkan dalam sistem demokrasi.
Dia mencontohkan, Golkar dan partai lain dalam satu koalisi, bukan berarti satu pandangan. Tetapi semuanya harus disampaikan secara baik. Sehingga, kemungkinan tidak adanya oposisi dalam satu pemerintahan itu pasti ada.
"Kalau oposisi kan bicara kebanggaan, kadang-kadang lari dari substansi. Tapi kalau satu koalisi, kita bisa bicara dari hati ke hati, yang lebih baik untuk masyarakat adil dan makmur," katanya menegaskan.
Pewarta : Fauzi
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Istri Gus Dur kunjungi MPR untuk terima surat tak berlakunya TAP MPR II/2001
29 September 2024 18:53 WIB, 2024
Ketua MPR: UU Pemilu perlu disempurnakan di awal pemerintahan mendatang
27 April 2024 19:58 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Prabowo bangga pada Sugianto, penyelamat tujuh lansia dari kebakaran di Korsel
02 April 2026 13:37 WIB
Kemhan beli pesawat tempur KAAN dari Turki dengan skema pinjaman luar negeri
02 April 2026 10:01 WIB
Anggota DPR RI kecam serangan Israel di Lebanon tewaskan seorang prajurit TNI
30 March 2026 20:41 WIB