BMKG mendeteksi Pesisir Jakarta berpotensi dilanda banjir rob
Sabtu, 18 Mei 2024 17:54 WIB
Kapal nelayan berada di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/3/2024). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt/am.
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi wilayah Pesisir Jakarta dan berpotensi dilanda banjir rob pada periode 21-29 Mei 2024.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa potensi banjir pesisir (rob) terjadi karena adanya fenomena Fase Bulan Purnama pada tanggal 23 Mei 2024 yang dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Analisa BMKG menemukan kondisi ini berbeda waktu di tiap wilayah, namun secara umum akan berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.
Dampak akan mempengaruhi seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
"Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi biasanya berupa genangan di daratan pesisir Jakarta, tepatnya di daerah Muara Baru, Jakarta Utara," kata dia.
Ia menyebutkan bahwa ketinggian genangan tidak bisa dispesifikasikan karena setiap daerah ketinggiannya berbeda-beda tergantung bagaimana level maksimal ketinggian airnya.
Pemantauan pun mulai ditingkatkan di Pintu Air Pasar Ikan; Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru.
Sebelumnya berdasarkan catatan BMKG ketinggian genangan air saat dilanda banjir rob di Jakarta Utara mencapai 30-60 centimeter pada medio 19-23 Februari 2024, dan 7 Mei 2024 mengenangi lantai dermaga Barat Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara setinggi betis pria dewasa.
"Dalam peringatan ini kami sampaikan butuh kewaspadaan untuk warga di Pulau Pari dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu," ujarnya
Tim Meteorologi Maritim BMKG juga mendeteksi Fenomena Fase Bulan Purnama tersebut berpotensi memicu banjir rob pada sejumlah wilayah lainnya.
Antara lain Pesisir Sumatera Utara (Belawan dan sekitarnya) 21-27 Mei 2024, Pesisir Kepulauan Riau (Karimun-Batam-Dabo Singkep) 21-30 Mei 2024, Pesisir Sumatera Barat (Padang - Padang Pariaman) 25 Mei 2024, Pesisir Jawa Tengah (Kota Surabaya) 22-27 Mei 2024, Pesisir NTT (Pulau Flores, Pulau Sabu, Raijua, Pesisir Selatan Pulau Timor - Rote) 20-23 Mei.
"Masyarakat kami minta untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut dan terus memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujarnya.
Hasil analisa cuaca maritim itu biasa didapatkan masyarakat dengan cara mengakses aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa potensi banjir pesisir (rob) terjadi karena adanya fenomena Fase Bulan Purnama pada tanggal 23 Mei 2024 yang dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Analisa BMKG menemukan kondisi ini berbeda waktu di tiap wilayah, namun secara umum akan berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.
Dampak akan mempengaruhi seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
"Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi biasanya berupa genangan di daratan pesisir Jakarta, tepatnya di daerah Muara Baru, Jakarta Utara," kata dia.
Ia menyebutkan bahwa ketinggian genangan tidak bisa dispesifikasikan karena setiap daerah ketinggiannya berbeda-beda tergantung bagaimana level maksimal ketinggian airnya.
Pemantauan pun mulai ditingkatkan di Pintu Air Pasar Ikan; Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru.
Sebelumnya berdasarkan catatan BMKG ketinggian genangan air saat dilanda banjir rob di Jakarta Utara mencapai 30-60 centimeter pada medio 19-23 Februari 2024, dan 7 Mei 2024 mengenangi lantai dermaga Barat Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara setinggi betis pria dewasa.
"Dalam peringatan ini kami sampaikan butuh kewaspadaan untuk warga di Pulau Pari dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu," ujarnya
Tim Meteorologi Maritim BMKG juga mendeteksi Fenomena Fase Bulan Purnama tersebut berpotensi memicu banjir rob pada sejumlah wilayah lainnya.
Antara lain Pesisir Sumatera Utara (Belawan dan sekitarnya) 21-27 Mei 2024, Pesisir Kepulauan Riau (Karimun-Batam-Dabo Singkep) 21-30 Mei 2024, Pesisir Sumatera Barat (Padang - Padang Pariaman) 25 Mei 2024, Pesisir Jawa Tengah (Kota Surabaya) 22-27 Mei 2024, Pesisir NTT (Pulau Flores, Pulau Sabu, Raijua, Pesisir Selatan Pulau Timor - Rote) 20-23 Mei.
"Masyarakat kami minta untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut dan terus memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujarnya.
Hasil analisa cuaca maritim itu biasa didapatkan masyarakat dengan cara mengakses aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN dan warga Katimbang Makassar perkuat mitigasi banjir berbasis lingkungan
14 April 2026 21:28 WIB
Terkait tragedi PT IMIP, Legislator minta pemerintah benahi tata kelola lingkungan
02 March 2026 15:22 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesan Dirut ANTARA saat literasi media : Mahasiswa itu benteng awal dan terakhir
08 May 2026 19:39 WIB
Pemprov Sulbar percepat pembenahan sistem pengelolaan sampah di enam kabupaten
07 May 2026 19:46 WIB