FIKP Unhas dan universitas di China jalin kerja sama teknologi kelautan
Sabtu, 17 Agustus 2024 10:42 WIB
FIKP Unhas dan dua kampus asal China menggelar seminar secara hyrid terkait maritim di Pulau Spermonde Makassar.ANTARA/HO-Unhas
Makassar (ANTARA) - Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Shanghai Ocean University (SHOU) dan Guangdong Ocean University (GOU) kerja sama dalam bidang teknologi kelautan dan perikanan.
“Kerja sama yang terbangun diharapkan mampu memberikan dampak positif yang besar, bukan hanya terbatas pada kerja sama antar-universitas tapi lebih luas pada dua negara yaitu Indonesia dan China,” ujar Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan Unhas Prof Adi Maulana di Makassar, Sabtu.
Ia menjelaskan SHOU dan GOU sedang fokus pada kegiatan konservasi sumber daya hayati laut dan menjadikan Unhas sebagai mitra dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Prof Adi mengatakan proyek konservasi tersebut berupa pembuatan artificial reef dan sea rancing yang akan ditempatkan di beberapa pulau di Kepulauan Spermonde Selat Makassar.
Pada akhir sambutannya Prof Adi juga mengucapkan terima kasih kepada kedua kampus mitra karena melibatkan Unhas dalam peringatan hari ekologi nasional di China.
Sementara itu Dekan FIKP Unhas Prof Safruddin menyampaikan bahwa sejak penandatanganan MoU antar GOU dan SHOU dengan Unhas, telah memberikan banyak manfaat baik kepada pihak Unhas maupun kepada kedua mitra.
Safruddin menambahkan beberapa alumni FIKP Unhas telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister ke SHOU, program summer school bagi mahasiswa dan kolaborasi riset.
Dosen Ilmu Kelautan Unhas Dr Syafrudin Yusuf mengatakan pihaknya fokus meneliti tentang terumbu karang dan menyampaikan beberapa bentuk terumbu buatan (artificial reef) yang telah banyak digunakan di perairan untuk rehabilitasi kondisi ekosistem.
“Kerja sama yang terbangun diharapkan mampu memberikan dampak positif yang besar, bukan hanya terbatas pada kerja sama antar-universitas tapi lebih luas pada dua negara yaitu Indonesia dan China,” ujar Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan Unhas Prof Adi Maulana di Makassar, Sabtu.
Ia menjelaskan SHOU dan GOU sedang fokus pada kegiatan konservasi sumber daya hayati laut dan menjadikan Unhas sebagai mitra dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Prof Adi mengatakan proyek konservasi tersebut berupa pembuatan artificial reef dan sea rancing yang akan ditempatkan di beberapa pulau di Kepulauan Spermonde Selat Makassar.
Pada akhir sambutannya Prof Adi juga mengucapkan terima kasih kepada kedua kampus mitra karena melibatkan Unhas dalam peringatan hari ekologi nasional di China.
Sementara itu Dekan FIKP Unhas Prof Safruddin menyampaikan bahwa sejak penandatanganan MoU antar GOU dan SHOU dengan Unhas, telah memberikan banyak manfaat baik kepada pihak Unhas maupun kepada kedua mitra.
Safruddin menambahkan beberapa alumni FIKP Unhas telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister ke SHOU, program summer school bagi mahasiswa dan kolaborasi riset.
Dosen Ilmu Kelautan Unhas Dr Syafrudin Yusuf mengatakan pihaknya fokus meneliti tentang terumbu karang dan menyampaikan beberapa bentuk terumbu buatan (artificial reef) yang telah banyak digunakan di perairan untuk rehabilitasi kondisi ekosistem.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Tim SAR Unhas terlibat pencarian pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Pangkep
19 January 2026 17:37 WIB