Pemkab Bulukumba mendorong pengadaan kolam labuh untuk nelayan
Kamis, 31 Oktober 2024 1:40 WIB
Ilustrasi rencana Pemkab Bulukumba menyiapkan denah Kolam Labuh yang diperuntukkan bagi nelayan dalam memenuhi kebutuhannya melaut. Antara (HO-Kominfo Blk)
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bulukumba mendorong pengadaan kolam labuh untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal dan dirancang kolam tersebut sebagai pusat kegiatan terpadu atau "one stop bisnis".
"Untuk kolam labuh tersebut berada di kawasan pesisir Kelurahan Bentenge Kecamatan Ujung Bulu yang akan menjadi lokasi untuk pemenuhan seluruh kebutuhan nelayan sebelum ataupun setelah melaut dalam satu lokasi," kata Kabid Pengawasan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba, Fachry Amal saat dikonfirmasi dari Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, kawasan kolam labuh tersebut selain menyediakan kebutuhan rumah tangga para nelayan dalam satu lokasi, juga menjadi tempat pemenuhan kebutuhan nelayan dari berbagai aspek.
Kebutuhan nelayan tersebut mulai dari BBM, es balok dan es curah yang berkualitas untuk mendukung agar hasil tangkapan tetap segar mulai dari kapal hingga sampai ke tempat pelelangan ikan.
Fachry mengatakan, kawasan kolam labuh juga menyiapkan toko peralatan nelayan yang menjual berbagai perlengkapan untuk mendukung para nelayan melakukan aktivitas.
Alat tersebut seperti jaring pancing hingga peralatan elektronik yang mendukung kegiatan melaut. Sementara untuk mendukung kesejahteraan nelayan, lembaga keuangan mikro diberi kesempatan untuk mengambil tenan di kawasan tersebut.
Dengan adanya lembaga jasa keuangan itu, lanjut dia, akan memudahkan nelayan mengakses pinjaman untuk modal usaha atau membeli perlengkapan baru untuk memperbaiki kapalnya tanpa perlu terjerat lagi dengan pinjaman dari rentenir.
Selain itu kawasan ini juga menjadi pusat layanan perizinan kapal nelayan yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Dengan demikian, adanya fasilitas tersebut dalam satu kawasan untuk mengurus administrasi dan legalitas kapal mereka, maka tidak perlu bolak-balik di berbagai instansi karena sudah "one stop service".
"Untuk kolam labuh tersebut berada di kawasan pesisir Kelurahan Bentenge Kecamatan Ujung Bulu yang akan menjadi lokasi untuk pemenuhan seluruh kebutuhan nelayan sebelum ataupun setelah melaut dalam satu lokasi," kata Kabid Pengawasan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba, Fachry Amal saat dikonfirmasi dari Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, kawasan kolam labuh tersebut selain menyediakan kebutuhan rumah tangga para nelayan dalam satu lokasi, juga menjadi tempat pemenuhan kebutuhan nelayan dari berbagai aspek.
Kebutuhan nelayan tersebut mulai dari BBM, es balok dan es curah yang berkualitas untuk mendukung agar hasil tangkapan tetap segar mulai dari kapal hingga sampai ke tempat pelelangan ikan.
Fachry mengatakan, kawasan kolam labuh juga menyiapkan toko peralatan nelayan yang menjual berbagai perlengkapan untuk mendukung para nelayan melakukan aktivitas.
Alat tersebut seperti jaring pancing hingga peralatan elektronik yang mendukung kegiatan melaut. Sementara untuk mendukung kesejahteraan nelayan, lembaga keuangan mikro diberi kesempatan untuk mengambil tenan di kawasan tersebut.
Dengan adanya lembaga jasa keuangan itu, lanjut dia, akan memudahkan nelayan mengakses pinjaman untuk modal usaha atau membeli perlengkapan baru untuk memperbaiki kapalnya tanpa perlu terjerat lagi dengan pinjaman dari rentenir.
Selain itu kawasan ini juga menjadi pusat layanan perizinan kapal nelayan yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Dengan demikian, adanya fasilitas tersebut dalam satu kawasan untuk mengurus administrasi dan legalitas kapal mereka, maka tidak perlu bolak-balik di berbagai instansi karena sudah "one stop service".
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PN Bulukumba tolak gugatan sengketa lahan adat Kajang, penggugat justru dihukum
15 January 2026 15:48 WIB
Pengunjung Titik Nol Bulukumba harus hati-hati, banyak lubang di lantai kayu
16 November 2025 21:33 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Tingkatkan tertib administrasi, Kanwil Kemenkum Sulbar perkuat sinergi dengan BHP Makassar
29 January 2026 18:00 WIB