
Pemkab Bulukumba gaet investor revitalisasi PDAM

Bulukumba (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, Sulawesi Selatan, siap menggandeng investor untuk pengadaan air bersih dan revitalisasi PDAM di bumi berjulukan "Panrita Lopi" itu.
"Tim PT Moya Indonesia telah melakukan audiensi untuk penjajakan dan melakukan survei lapangan sumber air bersih di Na'na, Kecamatan Kindang," kata Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf di Bulukumba, Selasa (6/1).
Ia mengatakan kehadiran calon investor tersebut pada hari pertama akan mengambil sampel air tanah di dua lokasi yakni di Na'na dan Lotong-lotong di Kecamatan Bonto Bahari.
Sebelumnya pada akhir 2025 Pemkab Bulukumba bersama DPRD telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Bentuk Hukum Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Kabupaten Bulukumba menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Wae Panrita Lopi Kabupaten Bulukumba.
Penetapan Perda tersebut menjadi momentum penting dalam transformasi PDAM Bulukumba agar lebih adaptif dan terbuka terhadap kerjasama investasi dengan pihak ketiga.
Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menandai babak baru penyelenggaraan badan usaha milik daerah (BUMD) yang sebelumnya sudah diatur pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah (Perusda).
Sementara itu, yang memimpin tim PT Moya Indonesia mengatakan kunjungannya pada tahap awal itu untuk melakukan kajian teknis dan kalkulasi potensi investasi di Kabupaten Bulukumba.
"Setelah semua proses survei dan analisis rampung kerja sama dapat ditindaklanjuti Dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkab Bulukumba," katanya.
PT Moya Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di sektor air bersih dan energi. Perusahaan swasta ini telah bekerja sama dengan sejumlah kota besar di Indonesia dalam pengelolaan air bersih di antaranya Jakarta, Bandung, Sumatera Barat, Semarang dan Batam.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
