PAD Sultra 2014 Naik Rp77,5 Miliar
Selasa, 12 Agustus 2014 15:50 WIB
Kendari (ANTARA Sulsel) - Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengatakan target pendapatan tahun anggaran 2014 mengalami perubahan yang sebelumnya Rp2,055 triliun menjadi Rp2,133 trilun atau naik sebesar Rp77,5 miliar.
Kenaikan ini bersumber dari pajak daerah, lain-lain pendapatan daerah yang sah tidak mengalami perubahan, kata Gubernur Nur Alam dalam sambutan tertulis dibacakan Wakil Gubernur HM Saleh Lasata, saat memberi penjelasan dihadapan sidang paripurna pimpinan dan anggota DPRD atas rancangan KUA-PPAS perubahan APBD Sultra 2014 di Kendari, Selasa.
Sidang paripurna atas raperda KUA-PPAS raperda perubahan APBD 2014 itu dipimpin Ketua DPRD LM Rusman Emba dan dihadiri tiga akil ketua DPRD (Muh Endang, Sabaruddin Labamba dan La Pili) serta seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemprov dan unsur TNI-Polri.
Sementara pendapatan daerah yang mengalami penuruan berasal dari hasil retribusi daerah yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp24,260 miliar menurun menjadi Rp23,044 miliar atau 5,02 persen.
Terkait masalah belanja daerah, lanjut gubernur, yang semula dianggarkan Rp2,186 triliun mengalami perubahan menjadi Rp2,447 triliun naik sebesar Rp261,327 miliar atau (11,95 persen).
"Kenaikan belanja daerah tersebut diprioritaskan untuk membiayai berbagai kegiatan yang strategis seperti pembangunan infrastruktur wilayah, pemenuhan pelayan dasar pendidikan, kesehatan, kawasan pariwisata provinsi dan yang berdaya saing serta penyempurnaan program Bahteramas," ujaranya.
Mengenai kebijakan pembiayaan daerah yang semula direncanakan sebesar Rp180,608 miliar berubah menjadi Rp390,630 miliar atau naik sebesar Rp210,021 miliar (116,29 persen).
"Penerimaan pembiayaan ini bersumber dari sisa lebih perhitungan (Silpa) tahun anggaran sebelumnya dan pinjaman daerah yang berasal dari Pusat investasi pemerintah (PIP)," katanya.
Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah yang semula direncanakan sebesar Rp50,085 milair berubah menjadi Rp76,335 miliar atau mengalami peningkatan Rp26,250 miliar atau naik sebesar 52,41 persen.
Rangkaian sidang paripurna DPRD yang merupakan sidang pertama di bulan ini terkait rancangan KUA-PPAS perubahan APBD 2014, oleh pimpinan dewan LM Rusman Emba menyatakan mensekor sidang tersebut dan akan dilanjutkan pada siang harinya dengan badan anggaran DPRD dengan seluruh SKPD. I.K. Sutika
Kenaikan ini bersumber dari pajak daerah, lain-lain pendapatan daerah yang sah tidak mengalami perubahan, kata Gubernur Nur Alam dalam sambutan tertulis dibacakan Wakil Gubernur HM Saleh Lasata, saat memberi penjelasan dihadapan sidang paripurna pimpinan dan anggota DPRD atas rancangan KUA-PPAS perubahan APBD Sultra 2014 di Kendari, Selasa.
Sidang paripurna atas raperda KUA-PPAS raperda perubahan APBD 2014 itu dipimpin Ketua DPRD LM Rusman Emba dan dihadiri tiga akil ketua DPRD (Muh Endang, Sabaruddin Labamba dan La Pili) serta seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemprov dan unsur TNI-Polri.
Sementara pendapatan daerah yang mengalami penuruan berasal dari hasil retribusi daerah yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp24,260 miliar menurun menjadi Rp23,044 miliar atau 5,02 persen.
Terkait masalah belanja daerah, lanjut gubernur, yang semula dianggarkan Rp2,186 triliun mengalami perubahan menjadi Rp2,447 triliun naik sebesar Rp261,327 miliar atau (11,95 persen).
"Kenaikan belanja daerah tersebut diprioritaskan untuk membiayai berbagai kegiatan yang strategis seperti pembangunan infrastruktur wilayah, pemenuhan pelayan dasar pendidikan, kesehatan, kawasan pariwisata provinsi dan yang berdaya saing serta penyempurnaan program Bahteramas," ujaranya.
Mengenai kebijakan pembiayaan daerah yang semula direncanakan sebesar Rp180,608 miliar berubah menjadi Rp390,630 miliar atau naik sebesar Rp210,021 miliar (116,29 persen).
"Penerimaan pembiayaan ini bersumber dari sisa lebih perhitungan (Silpa) tahun anggaran sebelumnya dan pinjaman daerah yang berasal dari Pusat investasi pemerintah (PIP)," katanya.
Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah yang semula direncanakan sebesar Rp50,085 milair berubah menjadi Rp76,335 miliar atau mengalami peningkatan Rp26,250 miliar atau naik sebesar 52,41 persen.
Rangkaian sidang paripurna DPRD yang merupakan sidang pertama di bulan ini terkait rancangan KUA-PPAS perubahan APBD 2014, oleh pimpinan dewan LM Rusman Emba menyatakan mensekor sidang tersebut dan akan dilanjutkan pada siang harinya dengan badan anggaran DPRD dengan seluruh SKPD. I.K. Sutika
Pewarta : Azis Senong
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN kolaborasi dengan Pemprov dan Polda Sultra tingkatkan layanan kelistrikan
17 May 2025 5:58 WIB, 2025
Sulsel dan Sultra kembangkan rute penerbangan Bone-Kendari permudah konektivitas
12 April 2025 12:30 WIB, 2025
Quick Count LSI Denny JA: ASR-Hugua unggul 52,45 persen di Pilkada Sultra
27 November 2024 17:27 WIB, 2024
Wabup ajak Gubernur Sultra menikmati keindahan alam Kepulauan Selayar Sulsel
06 March 2023 19:28 WIB, 2023
Gubernur Ali Mazi meminta masyarakat Selayar ikut andil membangun Sultra
06 March 2023 15:41 WIB, 2023
Gubernur Sultra ajak peserta pameran HPN 2022 jaga prokes cegah omicron
07 February 2022 10:22 WIB, 2022
Gubernur Sultra : Pembangunan jembatan penghubung Pulau Buton dengan Muna dimulai 2022
26 April 2021 12:12 WIB, 2021
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Pertamina blokir 6.023 nopol kendaraan terkait penyelewengan BBM bersubsidi di Sulawesi
10 September 2026 20:08 WIB