Penyakit Kanker Muncul di Lingkungan tidak Stabil
Kamis, 6 November 2014 20:14 WIB
Ambon (ANTARA Sulsel) - Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menyatakan penyakit kanker muncul di lingkungan yang tidak steril dan pengaruh gen atau bawaan sejak lahir.
"Kita harus komitmen menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih, karena secara umum, penyakit kanker muncul akibat lingkungan yang kotor sehingga banyak terinveksi virus," kata Wagub Zeth pada Pengukuhan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Provinsi Maluku, Masa Bhkati 2014 - 2019, di Ambon, Kamis.
Menurut dia, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan program pengendalian kanker dengan merumuskan secara bertahap gerakan secara menyeluruh, walau pun menghadapi berbagai tantangan, seperti kondisi geografis, jumlah penduduk dan dana yang terbatas.
"Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2010 Tentang Kesehatan, dimana pemerintah sedang berupaya keras untuk menekan tingginya jumlah penderita kanker di Indonesia. Karena itu, KI Maluku ditantang untuk mendukung membangun Indonesia Sehat 2020 melalui " Maluku Sehat " yang sudah dicanangkan pada tahun 2010," kata Wagub Zeth.
Ia mengungkapkan, sesuai data WHO (Badan Kesehatan Dunia) menunjukan bahwa hampir setiap tahun, ribuan penduduk dunia mati sia-sia, karena terserang penyakit kanker berbagai jenis.
"Ini menjadi keprihatinan kita, sehingga " budaya kalesang " (budaya hidup bersih) antisipasi berbagai penyakit yang menyerang kehidupan manusia termasuk penyakit kanker," ujarnya.
Karena itu, pengurus YKI Maluku perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyakit kanker, karena sebagian besar penyakit ini yang ditemukan pada stadium lanjut sulit ditanggulangi, sehingga menjadi beban bagi pasien dan keluarga.
"Saya percaya saudara-saudara yang berada dalam jajaran kepengurusan YKI adalah pekerja sosial yang solider demi kemanusiaan," kata Wagub Zeth.
Wagub Zeth juga berharap, YKI Maluku harus bisa melakukan kajian yang lebih komprehensif di level masyarakat kita, termasuk peningkatan aspek koordinasi, sinkronisasi dan komunikasi yang efektif dengan instansi terkait, sehingga penanganan penyakit kanker dapat teratasi dengan cepat.
"Pengurus YKI Maluku juga harus bekerja ekstra, karena itu kerja sama, koordinasi dan komunikasi lintas sektor perlu dilakukan, sehingga perkembangan penyakit kanker di daerah ini bisa terpantau secara baik," ujarnya. M. Taufik
"Kita harus komitmen menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih, karena secara umum, penyakit kanker muncul akibat lingkungan yang kotor sehingga banyak terinveksi virus," kata Wagub Zeth pada Pengukuhan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Provinsi Maluku, Masa Bhkati 2014 - 2019, di Ambon, Kamis.
Menurut dia, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan program pengendalian kanker dengan merumuskan secara bertahap gerakan secara menyeluruh, walau pun menghadapi berbagai tantangan, seperti kondisi geografis, jumlah penduduk dan dana yang terbatas.
"Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2010 Tentang Kesehatan, dimana pemerintah sedang berupaya keras untuk menekan tingginya jumlah penderita kanker di Indonesia. Karena itu, KI Maluku ditantang untuk mendukung membangun Indonesia Sehat 2020 melalui " Maluku Sehat " yang sudah dicanangkan pada tahun 2010," kata Wagub Zeth.
Ia mengungkapkan, sesuai data WHO (Badan Kesehatan Dunia) menunjukan bahwa hampir setiap tahun, ribuan penduduk dunia mati sia-sia, karena terserang penyakit kanker berbagai jenis.
"Ini menjadi keprihatinan kita, sehingga " budaya kalesang " (budaya hidup bersih) antisipasi berbagai penyakit yang menyerang kehidupan manusia termasuk penyakit kanker," ujarnya.
Karena itu, pengurus YKI Maluku perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyakit kanker, karena sebagian besar penyakit ini yang ditemukan pada stadium lanjut sulit ditanggulangi, sehingga menjadi beban bagi pasien dan keluarga.
"Saya percaya saudara-saudara yang berada dalam jajaran kepengurusan YKI adalah pekerja sosial yang solider demi kemanusiaan," kata Wagub Zeth.
Wagub Zeth juga berharap, YKI Maluku harus bisa melakukan kajian yang lebih komprehensif di level masyarakat kita, termasuk peningkatan aspek koordinasi, sinkronisasi dan komunikasi yang efektif dengan instansi terkait, sehingga penanganan penyakit kanker dapat teratasi dengan cepat.
"Pengurus YKI Maluku juga harus bekerja ekstra, karena itu kerja sama, koordinasi dan komunikasi lintas sektor perlu dilakukan, sehingga perkembangan penyakit kanker di daerah ini bisa terpantau secara baik," ujarnya. M. Taufik
Pewarta : Penina Mayaut
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bareskrim Polri tetapkan Wagub Babel sebagai tersangka dugaan ijazah palsu
23 December 2025 6:18 WIB
Wagub Sulsel mengapresiasi solidaritas PHRI untuk korban bencana Sumatera
14 December 2025 13:56 WIB
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB