Forum Kerja Oikumenis Gereja Kecam Kekerasan Paniai
Kamis, 11 Desember 2014 15:17 WIB
Jayapura (ANTARA Sulsel) - Forum Kerja Oikumenis Gereja-Gereja Papua (FKGOP) mengecam kekerasan yang terjadi di Enarotali, Kabupaten Paniai, pada Senin (8/12) sehingga menewaskan sejumlah warga.
"Kami mengecam, mengutuk tindak kekerasan di Paniai," kata Pdt Socrates Sofyan Yoman ketika menggelar jumpa pers di Aula P3W Padang Bulan, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis.
Socrates yang juga Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persatuan Gereja-gereja Baptis Papua didampingi oleh Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua Pdt Benny Giay dan Pdt Selvia Titihalawa mengaku sangat menyesalkan peristiwa di Enarotali, Paniai, yang menewaskan warga sipil setempat.
"Negara harus bertanggung jawab atas tragedi di Paniai, segera kirim tim independen untuk usut kasus itu," kata Socrates.
Sementara itu Pdt Benny Giay mengatakan TNI dan Polri harus bisa segera buktikan siapakah pelaku penembakan warga sipil di Paniai, apa benar itu dari kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM) seperti yang dituduhkan sebelumnya. Jika benar hal, itu harus diumumkan kepada publik dan sejumlah pembuktian yang rasional.
"Kita semua tahu bahwa warga di Paniai mati ditembak dan di negara ini yang resmi pegang senjata adalah aparat keamanan (TNI - Polri). Jadi ini harus dijelaskan, buktikan. Kalau yang disangkakan itu OPM, mana buktinya, mungkin OPM binaan?," katanya dengan nada bertanya.
Benny juga mengungkapkan bahwa markas OPM di Eduda, Paniai, telah dibumi hanguskan oleh aparat keamaan beberapa waktu lalu, sehingga jika dituduhkan demikian tidaklah benar. "Nah, ini butuh kejelasan. Semua bisa jadi-jadian, OPM binaan. Saya kira tidak ada OPM di Paniai," katanya.
Sedangkan Pdt Selvia Titihalawa mengatakan seharusnya pemerintah bergerak cepat untuk ungkap kasus ini, karena tak lama lagi Natal. "Saya kira dengan dialog, lewat para-para adat bisa membicarakan hal ini. Banyak masala di Papua tapi tidak diungkap jelas. Masalah Paniai, pemerintah harus bertindak tegas, independen dan hukum para pelaku," katanya.
Sebelumnya pada Senin (11/12), empat warga sipil di Pania, dikabarkan tewas tertembak di Lapangan Karel Gobay tak jauh dari markas Koramil Enarotali dan Polsek Paniai Timur.
Dalam peristiwa itu dikabarkan terjadi rusuh, yang sebelumnya dipicu oleh aksi baku pukul sekelompok orang di Pondok Natal Gunung Merah pada Minggu malam, lalu pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIT gedung KPU Paniai terbakar.
Paginya sekitar pukul 08.30 WIT terjadi pemalangan jalan kemudian dibubarkan oleh aparat kepolisian, dan tiba-tiba dari arah Gunung Merah terdengar bunyi rentetan tembakan, dari sinilah, kemudian dikabarkan bahwa ada warga sipil yang tertembak. J. Susilo
"Kami mengecam, mengutuk tindak kekerasan di Paniai," kata Pdt Socrates Sofyan Yoman ketika menggelar jumpa pers di Aula P3W Padang Bulan, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis.
Socrates yang juga Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persatuan Gereja-gereja Baptis Papua didampingi oleh Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua Pdt Benny Giay dan Pdt Selvia Titihalawa mengaku sangat menyesalkan peristiwa di Enarotali, Paniai, yang menewaskan warga sipil setempat.
"Negara harus bertanggung jawab atas tragedi di Paniai, segera kirim tim independen untuk usut kasus itu," kata Socrates.
Sementara itu Pdt Benny Giay mengatakan TNI dan Polri harus bisa segera buktikan siapakah pelaku penembakan warga sipil di Paniai, apa benar itu dari kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM) seperti yang dituduhkan sebelumnya. Jika benar hal, itu harus diumumkan kepada publik dan sejumlah pembuktian yang rasional.
"Kita semua tahu bahwa warga di Paniai mati ditembak dan di negara ini yang resmi pegang senjata adalah aparat keamanan (TNI - Polri). Jadi ini harus dijelaskan, buktikan. Kalau yang disangkakan itu OPM, mana buktinya, mungkin OPM binaan?," katanya dengan nada bertanya.
Benny juga mengungkapkan bahwa markas OPM di Eduda, Paniai, telah dibumi hanguskan oleh aparat keamaan beberapa waktu lalu, sehingga jika dituduhkan demikian tidaklah benar. "Nah, ini butuh kejelasan. Semua bisa jadi-jadian, OPM binaan. Saya kira tidak ada OPM di Paniai," katanya.
Sedangkan Pdt Selvia Titihalawa mengatakan seharusnya pemerintah bergerak cepat untuk ungkap kasus ini, karena tak lama lagi Natal. "Saya kira dengan dialog, lewat para-para adat bisa membicarakan hal ini. Banyak masala di Papua tapi tidak diungkap jelas. Masalah Paniai, pemerintah harus bertindak tegas, independen dan hukum para pelaku," katanya.
Sebelumnya pada Senin (11/12), empat warga sipil di Pania, dikabarkan tewas tertembak di Lapangan Karel Gobay tak jauh dari markas Koramil Enarotali dan Polsek Paniai Timur.
Dalam peristiwa itu dikabarkan terjadi rusuh, yang sebelumnya dipicu oleh aksi baku pukul sekelompok orang di Pondok Natal Gunung Merah pada Minggu malam, lalu pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIT gedung KPU Paniai terbakar.
Paginya sekitar pukul 08.30 WIT terjadi pemalangan jalan kemudian dibubarkan oleh aparat kepolisian, dan tiba-tiba dari arah Gunung Merah terdengar bunyi rentetan tembakan, dari sinilah, kemudian dikabarkan bahwa ada warga sipil yang tertembak. J. Susilo
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban tewas serangan Gereja di Michigan AS bertambah jadi 5 orang, termasuk pelaku
29 September 2025 12:56 WIB
20 orang tewas, puluhan lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri di Damaskus
23 June 2025 16:18 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Bangladesh tutup sementara sekolah dampak krisis energi akibat konflik Timteng
09 March 2026 17:15 WIB