Makassar (ANTARA) - Destinasi wisata pantai di Kota Makassar dipadati pengunjung sejak libur Hari Keagamaan Nasional (HKN) Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan akhir pekan.

"Pada hari-hari biasa jumlah pengunjung di kawasan pantai biru rata-rata 100 hingga 500 orang per hari, namun saat libur panjang dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat dari kondisi normal," kata petugas loket, Mustari di Pantai Biru, Makassar, Sabtu.

Hal senada dikemukakan penjaga loket Pantai Tanjung Bayang, Bahtiar. Dia mengatakan, pada hari libur terjepit biasanya digunakan pengunjung libur bersama keluarga atau teman di pantai seharian, bahkan ada yang bermalam dengan menyewa rumah warga ataupun home stay.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, salah satu ikon yang diminati di Kota Makassar adalah wisata pantai.

Menurut dia, ikon Pantai Losari sudah dikenal baik nasional maupun internasional, bahkan kini pengembangan wisata pantai juga sudah merambah di wilayah Barat Kota Makassar seperti Pantai Akkarena pantai biru pantai Bosowa dan yang legenda Tanjung Bayang dan Tanjung Alang.

 

 

 

 

Selain itu juga dikembangkan wisata bahari dengan sejumlah perahu Pinisi yang akan membawa pengunjung menikmati suasana laut dan pulau-pulau kawasan spermonde sambil menikmati hidangan makan malam di atas perahu Pinisi.

Salah seorang pengunjung di kawasan Pantai Losari Makassar, Hasriani mengatakan, sangat senang dapat menikmati panorama pantai dan kuliner yang banyak tersedia di kawasan Pantai Losari sambil menikmati sunset.

"suasana pantai sangat mendukung untuk menikmati liburan bersama keluarga atau teman termasuk menikmati wisata kuliner sepanjang Pantai Losari maupun di center point of Indonesia (CPI)," katanya.

 

Aktivitas pengunjung di lokasi wisata pantai di kawasan Tanjung Bayang, Makassar pada akhir pekan di Makassar, Sabtu (17/1/2025). ANTARA/ Suriani Mappong



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Destinasi wisata di Makassar dipadati pengunjung 

Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026