Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli membantu pengembangan Desa Wisata Sani-Sani di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara.
Melalui Program Desa Berdaya Study Beach Eduwisata Dive Desa Sani-Sani, PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memberikan bantuan berupa alat diving dan kapal, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sani-Sani untuk observasi terumbu karang dan kegiatan terkait wisata.
"Kehadiran Program PLN Peduli ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan bagi sektor pariwisata," ujar General Manager PT PLN (Persero) Edyansyah melalui keterangannya di Makassar, Sabtu.
Desa Sani-sani merupakan daerah dengan keindahan alam dan potensi pariwisata yang besar sehingga perlu didukung dan dikelola dengan baik agar berkembang, kemudian meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Selain peralatan diving dan kapal untuk menunjang pariwisata setempat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Sulselrabar juga memberikan bantuan berupa 50 paket sembako dan bantuan penyambungan listrik gratis kepada lima keluarga prasejahtera.
Menurut Edyansyah, sebagai penyedia listrik, PLN UID Sulselrabar memiliki tanggung jawab untuk turut serta mengembangkan dan membangun masyarakat yang ada di wilayah kerjanya.
"Kami melaksanakan program TJSL yang menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat dan lingkungan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," ujar Edyansyah.
Kepala desa, kepala daerah hingga Gubernur Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi atas bantuan PLN karena dipastikan masyarakat dan pelaku usaha di desa wisata sangat terbantu.
"Bantuan PLN Peduli melalui Program Desa Berdaya ini memberikan harapan baru bagi masyarakat sekitar. Kolaborasi PLN dengan Pemerintah sudah sangat kuat. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas seluruh bantuan yang diberikan oleh PLN," kata Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua.