Makassar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly menegaskan Forum Perangkat Daerah (FPD) menjadi kunci sinkronisasi terhadap program kesehatan 2027, sehingga tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata.

“Forum Perangkat Daerah ini bukan kegiatan biasa. Ini sangat strategis karena di sinilah semua program, khususnya program Dinas Kesehatan, disinkronkan dengan OPD lain. Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan lintas sektor,” kata Andi Zulkifly melalui keterangannya di Makassar, Selasa.

Forum lintas sektor ini dinilai menjadi ruang penting untuk menyinkronkan seluruh program pembangunan, khususnya di bidang pelayanan kesehatan, agar berjalan terpadu dan saling mendukung.

Menurut Andi Zulkifly, masih ada pandangan keliru di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menganggap forum lintas sektor cukup dihadiri oleh siapa saja sebagai perwakilan. Padahal, forum ini memiliki peran krusial dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menjelaskan, forum lintas sektor merupakan bagian dari tahapan perencanaan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, yang telah diatur secara tegas dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pembangunan daerah.

Andi Zulkifly menekankan perencanaan pembangunan tidak sesederhana menyusun program dan menganggarkannya, lalu selesai. Pelaksanaan program kesehatan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari OPD terkait, kecamatan, kelurahan, PKK, hingga pemangku kepentingan lainnya seperti BPJS Kesehatan.

“Tanpa kelurahan, tanpa PKK, tanpa dinas sosial, tanpa BPJS Kesehatan, program kesehatan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, forum ini menjadi tahapan penting untuk menyinkronkan program tahun 2027,” ujarnya.

Andi Zulkifly juga mengingatkan Dinas Kesehatan memiliki indikator kinerja utama yang harus dicapai, seperti penurunan angka kematian ibu dan anak, peningkatan angka harapan hidup, serta cakupan layanan kesehatan.

“Target-target ini sudah ada dalam dokumen perencanaan jangka panjang dan menengah. Sekarang tugas kita adalah bagaimana menyusun program dan inovasi agar target itu tercapai. Dan itu tidak bisa dilakukan sendiri,” tegasnya.

Ia berharap, hasil Forum Perangkat Daerah benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat dari bawah (bottom-up), bukan hanya perencanaan dari atas (top-down).