Makassar (ANTARA) - Sebanyak 3000 peserta dari berbagai provinsi mengikuti Open Tournament Domino Nene Mallomo Bupati Cup II yang berlangsung di Stadion Ganggawa Sidrap, 11–12 April 2026 di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Ribuan peserta yang terdiri dari sekitar 1.536 tim itu datang dari berbagai provinsi, dari Pulau Sulawesi hingga Kalimantan.
“Domino bukan sekadar hiburan, tapi sarana mempererat silaturahmi lintas daerah, turnamen ini juga menjadi sarana melestarikan nilai kearifan lokal," ujar Ketua Panitia Andi Rahmat melalui keterangannya di Makassar, Minggu.
Kegiatan ini mengusung misi besar untuk mentransformasi citra domino dari sekadar hiburan masyarakat di warung kopi menjadi cabang olahraga kompetitif (mind sport) yang terstandarisasi.
Menurut Andi Rahmat, kehadiran ribuan peserta beserta pendampingnya turut memberikan dampak ekonomi instan bagi masyarakat Sidrap.
"Okupansi hotel dan penginapan dilaporkan penuh, serta sektor kuliner dan transportasi lokal mengalami peningkatan omzet yang signifikan," ujarnya.
Turnamen ini memperebutkan total hadiah fantastis sebesar Rp200 juta, dengan hadiah utama bagi juara pertama mencapai Rp75 juta.
Turnamen Domino Bupati Cup II Sidrap 2026 kini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan olahraga berbasis intelektual, tetapi juga penggerak ekonomi daerah berbasis sport tourism yang potensial dikembangkan ke tingkat internasional
Sehari sebelumnya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif berharap kegiatan ini mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah melalui konsep sport tourism.
“Domino sudah jadi budaya. Kalau dikemas dengan baik, bisa jadi daya tarik wisata,” katanya.
Guna mendukung kelancaran acara, Pemerintah Daerah menyiagakan tim medis serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh peserta untuk memastikan kondisi fisik pemain tetap prima.
Turnamen ini diselenggarakan oleh Nene Mallomo yang disponsori oleh Higgs Games Island (HGI) bekerja sama PORDI Sulsel dan PORDI Sidrap.
Keterlibatan HGI dalam menghimpun lebih dari 3.000 pecinta domino menunjukkan bahwa ekosistem olahraga ini memiliki basis masyarakat yang luas dan fondasi yang kuat di Indonesia.
Keberhasilan menyelenggarakan event berskala besar ini mengukuhkan kapasitas organisasi dalam mengelola kegiatan profesional dengan ribuan peserta.