Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim senam Sulawesi Selatan menyiapkan sembilan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII di Jawa Barat, 9-19 September 2015.

Ketua Bidang Pembinaan Pretasi Persani Sulsel, Arif Ramli di Makassar, Selasa, mengatakan atlet tersebut akan turun di tiga kategori lomba masing-masing Muhammad Taufik, Surya Yusuf Ramadhan, Renaldi (atristik putra), Mutia Nur Cahya, Yulianto, dan Parded untuk nomor artistik putri.

"Sedangkan tiga atlet yang akan tampil di nomor ritmik putri yakni Rizky Aprilia, Dian Ariunnisa dan Putri Adinda Asri," jelasnya.

Untuk Mutia Nur Cahya merupakan atlet PON Remaja 2014 dan Putri Adinda Asri yang merupakan peraih medali perak dan perunggu pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Makassar, Sulsel, Agustus 2015.

Saat ini, kata dia, seluruh atlet terus dimatangkan kemampuannya agar bisa bersaing dan meraih hasil maksimal. Pihaknya juga mengaku percaya diri kembali mampu merebut medali emas pada ajang dua tahunan tersebut.

Terkait pembinaan yang cukup maksimal sejauh ini, menurut dia, juga menjadi modal bagi pihaknya untuk lebih pesimistis. Apalagi tim Sulsel memiliki banyak atlet berusia belia yang punya kualitas.

"Seluruh atlet yang kita siapkan merupakan hasil pantauan dari berbagai kejuaraan sebelumnya. Intinya kualitas atlet cukup menjanjikan untuk bisa menyumbangkan medali bagi Sulsel,"katanya.

Sementara itu pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel menyatakan pihaknya menargetkan masuk 10 besar pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII di Jawa Barat 2015.

Untuk target tersebut sudah masuk dalam rencana jangka panjang Dispora Sulsel. Target ini juga dinilai cukup realistis jika melihat peningkatan kualitas atlet Sulsel belakangan ini.

Pada pelaksanaan Popnas di Jakarta, 12-20 September 2013, Sulsel yang berambisi meraih hasil maksimal harus puas menempati peringkat 15 dengan perolehan empat emas, enam perak dan enam perunggu.

Bahkan hasil ini membuat Sulsel juga kalah dari Papua sebagai wakil dari Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Kegagalan Sulsel tentu saja tak lepas dari hasi buruk sejumlah cabang yang sempat menjadi unggulan merebut emas seperti karate, takraw, tinju, dan silat.

"Kami dari cabang senam sebelumnya sukses menyumbangkan satu emas dan perak. Kami akan berupaya mempertahankannya bahkan meningkatkannya pada pelaksanaan kali ini," ujarnya.