PWM Sulsel Yudisium 15 alumni ulama Tarjih
Senin, 9 November 2015 20:27 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekertaris Pimpinan Wilayah Muhammmadiyah Sulawesi selatan KH Mawardi Pewangi melakukan yudisium 15 alumni pertama Pendidikan Ulama Tarjih (PUT) Universitas Muhammadiyah Makassar, Senin.
Yudisium dilakukan setelah mengikuti Ujian kitab gundul tafsir, hadits, fikhi dan ketarjihan dihadapan ulama besar Muhammadiyah dan pimpinan pondok pesantren masing masing Dr KH Andi Abdul Hamzah MA, Dr KH Abbas Baco Mero MA, Drs KH Jalaluddin Sanusi dan Drs KH Jayatun MA di kampus rusunawa C Unismuh Makassar.
Turut hadir dalam acara tersebut pengurus Muhammadiyah Sulsel Prof Dr KH Muhammad Ghalib MA, Prof Dr KH Minhajuddin MA, Dr KH Muhammad Alwi Uddin MAg, Drs HM Husni Yunus MPd, sekertaris PUT Unismuh serta sejumlah ulama dan dosen.
Mawardi Pewangi yang juga Dekan Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar mengatakan bahwa pendidikan Ulama Tarjih ini di didirikan sejak empat tahun yang lalu dengan kerja keras dan ke ihlasan para Ulama besdar Muhammadiyah dalam memperjuangkan baik materi maupun pemikiran.
"Akhirnnya kita dapat menyaksikan kelahiran 15 orang Ulama muda Muhammadiyah yang memiliki kemampuan membaca kitab gundul dan kemampuan mengusai kitab kitab klasik dan dengan kemampuan menulis, sehingga ulama yang lahir ini merupakan ulama yang memiliki kemampuan yang sempurna, karena mampu untuk menyatukan kemampuan klasik dan moderni dalam pemikiran Islam yang berkemajuan," katanya.
Direktur PUT Unismuh Drs KH Jayatun MA mengharapkan dengan kelahiran 15 orang ulama muda ini akan mampu memberikan jawaban pada umat bahwa Muhammmadiyah akan tetap eksis dalam mendakwakan Islam yang berkemajuan dengan menyiapkan calon ulama sebagai kekuatan dakwah yang lebih profesional.
Sementara menurut pengurus PUT, Husni Yunus ujian berlangsung selama tiga hari dengan tim penguji dari ulama Muhammadiyah dan Majelis Ulama Sulsel.
"Saat ini jumlah mahasiswa yang masih dalam proses pendidikan sebanyak 40 orang dari utusan Muhammmadiyah se-Kawasan Timur Indonesia," katanya.
Yudisium dilakukan setelah mengikuti Ujian kitab gundul tafsir, hadits, fikhi dan ketarjihan dihadapan ulama besar Muhammadiyah dan pimpinan pondok pesantren masing masing Dr KH Andi Abdul Hamzah MA, Dr KH Abbas Baco Mero MA, Drs KH Jalaluddin Sanusi dan Drs KH Jayatun MA di kampus rusunawa C Unismuh Makassar.
Turut hadir dalam acara tersebut pengurus Muhammadiyah Sulsel Prof Dr KH Muhammad Ghalib MA, Prof Dr KH Minhajuddin MA, Dr KH Muhammad Alwi Uddin MAg, Drs HM Husni Yunus MPd, sekertaris PUT Unismuh serta sejumlah ulama dan dosen.
Mawardi Pewangi yang juga Dekan Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar mengatakan bahwa pendidikan Ulama Tarjih ini di didirikan sejak empat tahun yang lalu dengan kerja keras dan ke ihlasan para Ulama besdar Muhammadiyah dalam memperjuangkan baik materi maupun pemikiran.
"Akhirnnya kita dapat menyaksikan kelahiran 15 orang Ulama muda Muhammadiyah yang memiliki kemampuan membaca kitab gundul dan kemampuan mengusai kitab kitab klasik dan dengan kemampuan menulis, sehingga ulama yang lahir ini merupakan ulama yang memiliki kemampuan yang sempurna, karena mampu untuk menyatukan kemampuan klasik dan moderni dalam pemikiran Islam yang berkemajuan," katanya.
Direktur PUT Unismuh Drs KH Jayatun MA mengharapkan dengan kelahiran 15 orang ulama muda ini akan mampu memberikan jawaban pada umat bahwa Muhammmadiyah akan tetap eksis dalam mendakwakan Islam yang berkemajuan dengan menyiapkan calon ulama sebagai kekuatan dakwah yang lebih profesional.
Sementara menurut pengurus PUT, Husni Yunus ujian berlangsung selama tiga hari dengan tim penguji dari ulama Muhammadiyah dan Majelis Ulama Sulsel.
"Saat ini jumlah mahasiswa yang masih dalam proses pendidikan sebanyak 40 orang dari utusan Muhammmadiyah se-Kawasan Timur Indonesia," katanya.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang
13 February 2026 9:50 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump tambah kapal induk ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran gagal
11 February 2026 10:51 WIB
Partai LDP pimpinan PM Sanae Takaichi menang pemilu Jepang, kebijakan China tidak berubah
10 February 2026 10:29 WIB