Serda Ilman dimakamkan secara militer di Pangkep
Kamis, 28 Juli 2016 19:43 WIB
Beberapa anggota TNI dan Polri mengangkat jenazah anggota TNI Serda Muhammad Ilman saat akan dimakamkan di Desa Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (28/7). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Almarhum Sersan Dua (Serda) Muhammad Ilman anggota Den Intel Korem 132 Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum, Bireng, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan prosesi upacara militer.
"Hari ini dimakamkan secara militer di TPU Bireng Pangkep," ujar Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana Letkol Infantri Alamsyah saat dihubungi, Kamis.
Jenazah tiba di Lanud Sultan Hasanuddin sekira pukul 10.00 WITA sebelumnya diterbangkan dari Palu, Sulteng. Peti jenazah dijemput pasukan khusus dan disambut dengan upacara militer di lapangan Lanud setempat.
Sejumlah keluarga yang menjemput jenazah menyambut peti jenazah dengan tangisan dan isak haru. Suasana duka terlihat menyelimuti lokasi tersebut.
Peti jenazah yang dibalut bendera merah putih usia upacara langsung diberangkatkan ke rumah duka di Kelurahan Bireng, Kecamatan Minasatene`, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).
Suasana duka menyelimuti rumah duka, jenazah kemudian disemayamkan sementara agar sanak saudara dan keluarga bisa melayat dan menyaksikan almarhum sebelum dibawa ke peristirahatan terakhir di TPU Bireng, dengan upacara militer.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan Almarhum Muhamad Ilman gugur dalam operasi Tinombala di Poso, Sulteng pada Rabu (27/7) siang.
Ilman meninggal akibat tertembak oleh anggota Brimob saat Operasi Tinombala di Poso ketika sedang menggali timbunan tempat menaruh senjata yang disembunyikan diduga milik kelompok teroris Santoso.
Peristiwa tersebut bermula saat satuan tugas intelijen tim Sandhi Yudha TNI teridri dari tiga anggota Kopasus dan dua anggota Korem bersama masyarakat sekitar menyelidiki informasi adanya timbunan senjata di Desa Towu, Kecamatan Poso, Pesisir Utara, sekitar pukul 13.30 WITA.
"Timbunan tersebut digali. Mereka hanya bersenjata pistol di dalam tas, kemudian Satgas Bravo (Tinombala) juga mendapat informasi dari masyarakat ada orang tidak dikenal (sedang menggali). Mereka datang kemudian terjadilah insiden itu," ujar Gatot di Jakarta.
Insiden tersebut terjadi, lanjut Gatot, sama sekali tidak terjadi baku tembak, karena tim Intelijen Sandhi Yudha mengetahui si penembak adalah teman sendiri.
"Mereka hanya berteriak-teriak (memberi tahu), sampai akhirnya Serda Muhammad Ilman Gugur," katanya.
Sementara Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti mengatakan jajaran TNI-Polri masih menunggu hasil investigasi bersama unsur TNI-Polri terkait insiden tersebut.
"Hari ini dimakamkan secara militer di TPU Bireng Pangkep," ujar Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana Letkol Infantri Alamsyah saat dihubungi, Kamis.
Jenazah tiba di Lanud Sultan Hasanuddin sekira pukul 10.00 WITA sebelumnya diterbangkan dari Palu, Sulteng. Peti jenazah dijemput pasukan khusus dan disambut dengan upacara militer di lapangan Lanud setempat.
Sejumlah keluarga yang menjemput jenazah menyambut peti jenazah dengan tangisan dan isak haru. Suasana duka terlihat menyelimuti lokasi tersebut.
Peti jenazah yang dibalut bendera merah putih usia upacara langsung diberangkatkan ke rumah duka di Kelurahan Bireng, Kecamatan Minasatene`, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).
Suasana duka menyelimuti rumah duka, jenazah kemudian disemayamkan sementara agar sanak saudara dan keluarga bisa melayat dan menyaksikan almarhum sebelum dibawa ke peristirahatan terakhir di TPU Bireng, dengan upacara militer.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan Almarhum Muhamad Ilman gugur dalam operasi Tinombala di Poso, Sulteng pada Rabu (27/7) siang.
Ilman meninggal akibat tertembak oleh anggota Brimob saat Operasi Tinombala di Poso ketika sedang menggali timbunan tempat menaruh senjata yang disembunyikan diduga milik kelompok teroris Santoso.
Peristiwa tersebut bermula saat satuan tugas intelijen tim Sandhi Yudha TNI teridri dari tiga anggota Kopasus dan dua anggota Korem bersama masyarakat sekitar menyelidiki informasi adanya timbunan senjata di Desa Towu, Kecamatan Poso, Pesisir Utara, sekitar pukul 13.30 WITA.
"Timbunan tersebut digali. Mereka hanya bersenjata pistol di dalam tas, kemudian Satgas Bravo (Tinombala) juga mendapat informasi dari masyarakat ada orang tidak dikenal (sedang menggali). Mereka datang kemudian terjadilah insiden itu," ujar Gatot di Jakarta.
Insiden tersebut terjadi, lanjut Gatot, sama sekali tidak terjadi baku tembak, karena tim Intelijen Sandhi Yudha mengetahui si penembak adalah teman sendiri.
"Mereka hanya berteriak-teriak (memberi tahu), sampai akhirnya Serda Muhammad Ilman Gugur," katanya.
Sementara Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti mengatakan jajaran TNI-Polri masih menunggu hasil investigasi bersama unsur TNI-Polri terkait insiden tersebut.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI-Polri tingkatkan patroli di perbatasan RI-RDTL pascapenembakan seorang WNI
21 August 2025 20:43 WIB, 2025
Bakal Capres Kolombia Miguel Uribe Turbay tertembak kepalanya di Bogota
09 June 2025 10:44 WIB, 2025
WNI yang tertembak di Malaysia dipulangkan ke Indonesia setelah otopsi selesai
28 January 2025 17:26 WIB, 2025
Danlanud Makassar pastikan oknum TNI AU tembak warga di Palu diproses hukum
12 July 2024 15:10 WIB, 2024
Polisi tangkap seorang pria terkait kasus wanita tewas tertembak di Kalbar
16 April 2024 6:34 WIB, 2024
Kapolri memberi kesempatan adik kandung korban penembakan KKB masuk Polri
24 November 2023 12:38 WIB, 2023
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
47 pelaku kejahatan jalanan di Makassar diproses polisi, 4 anak di bawah umur
05 September 2026 21:27 WIB