Makassar (Antara Sulsel) - Menjelang malam pergantian tahun baru puluhan pedagang petasan dan terompet menjamur memadati bahu jalan di sejumlah ruas jalan protokol untuk menjajahkan dagangannya kepada calon pembeli di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Akibat banyaknya pedagang, membuat arus lalulintas menjadi terhambat, sebab beberapa pembeli yang mengendarai mobil singgah di bahu jalan membeli petasan serta terompet, membuat jalan menyempit. Fenomena ini memang sering terjadi setiap akhir tahun hingga menjadi agenda tahunan.

"Momentumnya hari ini. Orang-orang pasti mau merayakan tahun baru dengan petasan dan terompet. Mumpung lagi waktunya, yah kami jualan saja mudah-mudah untung besar," papar Marwah, berprofesi ibu Rumah tangga itu saat ditemui di jalan Andi Pangeran Pettarani.

Dia menuturkan, berjualan terompet bisa dapat untung besar, karena hanya dititipi dari agen terompet dengan harga paling murah Rp3.000 hingga paling mahal Rp50 ribu per terompet.

"Dijual satu terompet mulai Rp10 ribu sampai Rp100 ribu, lumayan untungnya dari pada tinggal di rumah mendingan ikut berjualan terompet di sini karena hari ini bebas berjualan," tuturnya.

Tidak hanya jualan terompet dan petasan di jalan tersebut, sejumlah pedagang jagung dan nangka serta rambutan ikut meramaikan berjualan dengan menggunakan mobil bak terbuka maupun sepeda ontel. Rata-rata pedangan musiman ini berasal dari Kabuapaten Jeneponto, Takalar dan Gowa.

Sedangkan pantauan di sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan, ratusan pedagang terompet dan petasan juga menjajahkan dagangannya di pinggir jalan dengan jarak tertentu masing-masing lapak. Sesekali mereka harus turun di bahu jalan menawarkan barangnya. Para pedagang musiman ini pun tetap semangat meski hujan dengan insensitas sedang turun.

Sementara di jalan Urip Sumoharjo puluhan pedangan juga terlihat ramai mempromisikan datanganya kepada pengguna jalan. Sesekali terjadi kemacetan dikala pembeli menggunakan mobil berhenti membeli terompet mereka meski klakson mobil di belakangnya bersahut-sahutan.

Perayaan malam pergantian tahun sendiri di Makassar, dipusatkan di sepanjang jalan anjungan Pantai Losari. Kepolisian Kota Besar Makassar pun mulai menutup sejumlah ruas jalan seperti jalan Penghibur, Pasar Ikan, Ujung Pandang dan Somba Opu serta melakukan rekayasa jalan tertentu untuk menghindari penumpukan kendaraan saat malam tahun baru.