Pemkot Makassar Sidak Pasar Antisipasi Antraks
Kamis, 26 Januari 2017 13:29 WIB
Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DP2 Makassar melakukan uji kandungan pH aman pada daging sapi saat sidak di pasar tradisional Pabaeng-baeng, Makassar, Kamis (26/1). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
Makassar (Antara Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan modern guna mengantisipasi munculnya penyakit antraks pada hewan ternak beserta dagingnya.
"Kami sebenarnya sudah melakukan kegiatan rutin untuk memeriksa kesehatan hewan dan pemotongan daging yang dijual di pasaran," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar Abdul Rahman Bando di Makassar, Kamis.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan bersama tim dokter kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) DP2 Makassar di beberapa pasar tradisional dan modern di Kota Makassar saat ini tidak ditemukan adanya hewan ternak dan daging berbahaya.
Ia menjelaskan pemantauan pertama dilakukan di Pasar Sambung Jawa di Jalan Cenderawasih dengan melakukan pemeriksaan daging sapi dan ayam, dan hasilnya tidak ditemukan adanya penyakit hewan.
Selain itu di Pasar Pabaeng-baeng dan pasar modern Lotte Mart dengan kegiatan yang sama memeriksa kesehatan ayam dan sapi serta sampel potongan daging dengan menggunakan alat `PH tester` dan melalui uji laboratorium mini yang ada di mobil DP2 Makassar.
"Semua sampel daging yang diuji di laboratorium mobil DP2 ini, kami tidak menemukan adanya penyakit berbahaya. Begitu juga melalui uji PH tester pada daging ternak itu, segar dan aman," katanya.
Rahman menyatakan pemeriksaan daging ternak yang dijual di pasaran itu merupakan bagian dari pengawasan rutin yang dilakukan institusinya, sekaligus juga sebagai bentuk tanggung jawab atas pelayanan kesehatan hewan ternak beserta dagingnya untuk konsumen.
Apalagi, lanjut dia, penyakit antraks yang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing saat ini sudah ditemukan di Pulau Jawa, sehingga dengan adanya temuan itu pihaknya menindaklanjuti dengan pengawasan langsung di pasar tradisional dan modern guna mengantisipasi munculnya penyakit berbahaya itu.
"Insha Allah mudah-mudahan penyakit hewan seperti itu, tidak ada di Makassar. Oleh karena itu, kami juga terus berupaya mengawasi dan memeriksa kegiatan lalu lintas ternak yang masuk daerah ini, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya antraks ini," ucap Rahman yang juga adik Bupati Enrekang, Muslimin Bando.
"Kami sebenarnya sudah melakukan kegiatan rutin untuk memeriksa kesehatan hewan dan pemotongan daging yang dijual di pasaran," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar Abdul Rahman Bando di Makassar, Kamis.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan bersama tim dokter kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) DP2 Makassar di beberapa pasar tradisional dan modern di Kota Makassar saat ini tidak ditemukan adanya hewan ternak dan daging berbahaya.
Ia menjelaskan pemantauan pertama dilakukan di Pasar Sambung Jawa di Jalan Cenderawasih dengan melakukan pemeriksaan daging sapi dan ayam, dan hasilnya tidak ditemukan adanya penyakit hewan.
Selain itu di Pasar Pabaeng-baeng dan pasar modern Lotte Mart dengan kegiatan yang sama memeriksa kesehatan ayam dan sapi serta sampel potongan daging dengan menggunakan alat `PH tester` dan melalui uji laboratorium mini yang ada di mobil DP2 Makassar.
"Semua sampel daging yang diuji di laboratorium mobil DP2 ini, kami tidak menemukan adanya penyakit berbahaya. Begitu juga melalui uji PH tester pada daging ternak itu, segar dan aman," katanya.
Rahman menyatakan pemeriksaan daging ternak yang dijual di pasaran itu merupakan bagian dari pengawasan rutin yang dilakukan institusinya, sekaligus juga sebagai bentuk tanggung jawab atas pelayanan kesehatan hewan ternak beserta dagingnya untuk konsumen.
Apalagi, lanjut dia, penyakit antraks yang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing saat ini sudah ditemukan di Pulau Jawa, sehingga dengan adanya temuan itu pihaknya menindaklanjuti dengan pengawasan langsung di pasar tradisional dan modern guna mengantisipasi munculnya penyakit berbahaya itu.
"Insha Allah mudah-mudahan penyakit hewan seperti itu, tidak ada di Makassar. Oleh karena itu, kami juga terus berupaya mengawasi dan memeriksa kegiatan lalu lintas ternak yang masuk daerah ini, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya antraks ini," ucap Rahman yang juga adik Bupati Enrekang, Muslimin Bando.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB
Cegah banjir, BBWS Pompengan Jeneberang upayakan fungsi kanal tetap optimal
12 February 2026 20:19 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB