Luhut Buka Forum Nasional Insa Di Makassar
Kamis, 16 Februari 2017 20:26 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Makassar (Antara Sulsel) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan hadir khusus untuk membuka Forum Nasional Indonesia National Shipowners Association (INSA) 2017 di Makassar, Kamis.
Pada forum yang mengangkat tema "Peta dan Dinamika Kebijakan Pengembangan Industri Maritim di Indonesia" itu dihadiri oleh 39 delegasi pengurus DPC INSA se-Indonesia serta para tokoh maritim lainnya.
Dihadapan para delegasi pengusaha pelayaran se-Indonesia itu, menteri mengatakan, perkembangan tol laut di Indonesia timur khususnya Makassar sudah sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo.
"Sistem kepelabuhanan di Makassar, seperti waktu bongkar muat (dweling time) yang sudah sesuai arahan presiden Joko Widodo (Jokowi)," ujarnya.
Selain itu, saat memberikan sambutannya, Luhut sempat mengeritik seluruh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) karena proses bongkar muat masih dimononopoli.
"Pelindo tidak boleh memonopoli bongkar muat. Pelindo jangan rakus, kalau mau ambil semua bisa sakit perut nanti," katanya yang disambut gelak tawa peserta.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengharapkan terlahir rekomendasi-rekomendasi di bidang kemaritiman yang akan diusulkan ke pemerintah pusat untuk menunjang perekonomian yang semakin membaik.
Menurut gubernur dua periode ini, Sulsel saat ini berada pada pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional bahkan tertinggi di Asia dengan segala potensinya yang belum dimaksimalkan dengan baik.
"Saat ini rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulsel itu di atas angka tujuh persen dan angka ini tertinggi di Indonesia, bahkan di Asia kita juga yang tertinggi," jelasnya.
Pada forum yang mengangkat tema "Peta dan Dinamika Kebijakan Pengembangan Industri Maritim di Indonesia" itu dihadiri oleh 39 delegasi pengurus DPC INSA se-Indonesia serta para tokoh maritim lainnya.
Dihadapan para delegasi pengusaha pelayaran se-Indonesia itu, menteri mengatakan, perkembangan tol laut di Indonesia timur khususnya Makassar sudah sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo.
"Sistem kepelabuhanan di Makassar, seperti waktu bongkar muat (dweling time) yang sudah sesuai arahan presiden Joko Widodo (Jokowi)," ujarnya.
Selain itu, saat memberikan sambutannya, Luhut sempat mengeritik seluruh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) karena proses bongkar muat masih dimononopoli.
"Pelindo tidak boleh memonopoli bongkar muat. Pelindo jangan rakus, kalau mau ambil semua bisa sakit perut nanti," katanya yang disambut gelak tawa peserta.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengharapkan terlahir rekomendasi-rekomendasi di bidang kemaritiman yang akan diusulkan ke pemerintah pusat untuk menunjang perekonomian yang semakin membaik.
Menurut gubernur dua periode ini, Sulsel saat ini berada pada pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional bahkan tertinggi di Asia dengan segala potensinya yang belum dimaksimalkan dengan baik.
"Saat ini rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulsel itu di atas angka tujuh persen dan angka ini tertinggi di Indonesia, bahkan di Asia kita juga yang tertinggi," jelasnya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko Polhuman ungkap ancaman baru dalam perkembangan teknologi kemaritiman
05 July 2023 14:16 WIB, 2023
Menko Luhut : Keputusan perpanjangan PPKM darurat diumumkan 2-3 hari lagi
17 July 2021 19:37 WIB, 2021
Menko Kemaritiman dan Investasi: Proyek kawasan industri hijau terbesar dunia di Kaltara
07 May 2021 21:21 WIB, 2021
Menko Kemaritiman dan Investasi terus dorong belanja produk UMKM dalam negeri
03 April 2021 14:59 WIB, 2021
Menko Kemaritiman ingin menjadikan Indonesia hub jaringan kabel bawah laut
22 March 2021 14:22 WIB, 2021
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan optimistis target investasi Rp900 triliun realistis dicapai
03 February 2021 19:26 WIB, 2021
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Wujudkan kepastian hukum, Kemenkum Sulbar bersiap harmonisasi Ranperbup Perusda Majene
22 May 2026 10:27 WIB